Solok, SuhaNews. Setelah menerapkan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) sesuai Instruksi Gubernur Sumbar, Bupati Solok juga membentuk tim Monev yang ditugaskan ke kecamatan dan nagari. Kamis (24/4) tim yang dipimpin Syaiful ST, Mt mendatangi kecamatan Tigo Lurah.
Tim monev ini ditugas untuk memantau pelaksanaan PSBB di kecamatan yang dikunjungi, diantaranya pelaksanaan work form home, study from home dan stay at home. Selain itu juga melihat penerapan protokol Covid-19 di kecamatan sampai pendataan pendatang maupun warga yang baru datang sebagai Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Kecamatan Tigo Lurah masih termasuk blank spot area untuk signal internet, sehingga mahasiswa dan pelajar disini butuh perjuangan ekstra untuk mendapatkan signal internet sebagai fasilitas pembelajaran daring yang mereka ikuti selama PSBB diterapkan.
Berita Terkait :Â Lakukan Monitoring Pelaksanaan PSBB, Bupati Solok Tugaskan 14 Tim
Syaiful, Kepala Dinas PUPR Kab Solok yang juga ketua tim, secara ekslusif berbagi pengalaman tugasnya ini kepada SuhaNews Kamis (23/4) petang. “Kegigihan para mahasiswa dan pelajar Tigo Lurah patut diacungi jempol,” ujarnya melalui sambungan telpon dengan SuhaNews.
Di salah satu titik di nagari Simanau yang kebutulan berada pada ketinggian, tim bertemu dengan belasan remaja yang tengah memegang smartphone dan buku ditangan. Mereka duduk berjejer di tepi jalan dan sebagian lain berjalan sambil memegang hape mencari signal.
Ketika disambangi serempak mereka mengatakan tengah mengerjakan tugas sebagai pembejalaran daring. Mereka berasal dari sekolah yang berbeda dan ada yang mahasiswa. Beberapa diantaranya kuliah diluar Sumbar.
“Kami tengah mencari signal untuk mengerjakan tugas pak, hanya disini signal kami temukan, itupun tidak kuat. Proses pengiriman via WA atau email tidak lancar,” ujar Cici mahasiswa Unand asal Simanau.

Kepada tim, mereka juga mengeluh selain signal yang lemah dan waktu yang terbatas tak jarang pula mereka ketinggalan tugas dan informasi. Hal ini disebabkan mereka hanya bisa update dilokasi ini.
Tim juga menerima curahan hati mereka, untuk sampai ke lokasi yang ada signal ini mereka harus menempuh perjalanan hingga lima kilo meter. Untuk menghadang rasa takut menembus perjalanan menempuh rimba ini, mereka berangkat berkelompok.
Selain dari Simanau, pelajar dan mahasiswa yang datang mencari signal ini juga berasal dari Rangkiang Luluih.
Disebutkan Syaiful, dari kunjungan tim ke lokasi, telah meminta pada wali nagari agar dilokasi para pelajar ini dipasang terpal supaya mereka tidak kepanasan / kehujanan. Karena selepas Zuhur lokasi tempat mereka mendapatkan signal diterpa matahari.
“Semoga ini akan menjadi perhatian oleh pihak terkait termasuk provoider internet, melihat antusiasnya generasi muda Tigo Lurah untuk berhasil dalam pendidikan. Yang jelas kondisi ini akan kami laporkan kepada Bupati Solok,” sebut Syaiful.
Syaiful yang datang bersama Miharta Maria (sekretaris Dinas Pertanian), Marcos Sopan (sekretaris Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Naker) akan menjadikan kondisi ini sebagai laporan kepada Bupati Solok.
Wali Nagari Simanau yang menerima tim monev ini menyebutkan, mahasiswa dan pelajar yang mencari signal untuk belajar daring tersebut tengah belajar diberbagai sekolah dan madrasah serta pondok pesantren di Kab. Solok dan kota lain di Sumatera Barat. Sedangkan mahasiswa selain kuliah di Sumbar juga ada yang kuliah di pulau Jawa.
reporter :Â Sari editor : Moentjak
Baca Juga :



Facebook Comments