Arosuka, SuaNews – Bupati Solok, Epyardi Asda menyambut dengan senang hati dan bangga atas capaian Delta Rapor Pendidikan tahun 2022, sengai daerah dengan delta terbaik di Sumatera Barat.
“Ini capaian yang patut kita banggakan karena sebelumnya selalu berada di bawah, sekarang menjadi yang terbaik,” ujar Bupati Epyardi Asda.
Baca juga: Perluas Akses Pendidikan, Pemkab Kebumen dan Universitas Pertamina Sediakan Beasiswa 2 Miliar
Keberhasilan di bidang pendidikan ini, mengiringi keberhasilan sebelunya yakni menurunkan angka stunting, kenaikan angka pertumbuhan ekonomi, dan pelayanan public terbaik.
“Delta Rapor Pendidikan Kabupaten Solok tertinggi di-Sumatera Barat,” ujar Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sumbar, Muslihuddin di Padang, Senin (30/10/2023).
Dijelaskannya, dalam capaian rapor nasional khususnya dalam asesmen nasional, Kabupaten Solok masuk tinggi.
“Ini menjadi contoh ya, bagi kabupaten dan kota di Sumbar dan Kabupaten Solok ini lonjakannya luar biasa, tertingi se-Sumatera Barat,” tmbah Muslihuddin.
Ini saya ucapkan selamat dan perlu dicontoh. Ternyata salah satu cara yang dilakukan oleh Bupati Solok adalah dengan bersama-sama atau kolaborasi.
“Terima kasih atas dukungan dan keseriusan pak Bupati serta juga para pendidik sehingga dapat meningkatkan Delta rapor mutunya,” ucap Muslihuddin.
Sebelumnya, Kabupaten Solok masuk terendah atau di bawah peringkat 10 ke bawah di Sumbar, namun bisa berada di peringkat tertinggi mengalahkan daerah yang sebelumnya. Yang jelas Kabupaten Solok ini luar biasa cepat karena kerja keras Kepala Daerah dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga bersama jajarannya.
Ia menjelaskan, kaitan rapor mutu pendidikan terutama Asesmen Nasional (AN) terkait dengan Literasi dan Numerasi yang cukup tinggi bagi anak-anak Kabupaten Solok. Capaian mutu satuan pendidikan dinilai dari hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi dan karakter), serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran.
“Informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar,” tambah kepala BBPMP Sumbar.
Bupati Solok Epyardi Asda mengatakan, sejak awal mengabdi di kampung halamannya Kabupaten Solok, hal yang ia lakukan adalah mengajak semua ASN dan honorer untuk sama-sama bekerja ikhlas dari hati niat dunia dan akhirat.
“Kita ketuk pintu hatinya dulu, mari sama-sama kita mengabdi. Lalu saya terapkan agar guru-guru atau para pengajar ini senang saya kasih kesempatan untuk pindah sesuai kampung halamannya,” jelas Epyardi Asda.
Contoh, jika ia orang Selayo tapi mengajar di Aia Dingin, kan biaya transportasi dan lainnya jadi besar belum lagi akses, dan kendala lainnya. Nah dengan ini minimal ia senang bisa mengajar di kampung (nagari)nya, makanya diberi peluang pindah ke Selayo”tutur Epyardi.
Baca juga: Kurikulum Merdeka, Siswa MAN 1 Solok PK Pentaskan Randai
Hal lain yang terus ia lakukan adalah dengan memberikan permintaan para guru-guru dan pengajar saat ia berkunjung di Nagari. Setiap kunjungan tersebut, ia selalu membukan dialog dengan masyarakat.
“Hampir setiap saya kunjungan ke nagari selalu ada guru-guru yang meminta banyak hal. Mulai dari bangun musala, WC, ruang belajar dan lainnya. Ini selalu saya utamakan, sesuai dengan anggaran yang saya anut yakni anggaran berbasis kebutuhan masyarakat,”ucapnya.
Hal lain yang dilakukan oleh Epyardi adalah menerapkan sekolah lima hari. Hal ini bertujuan agar murid bisa belajar maksimal dan mempunyai waktu dua hari untuk waktu bersama keluarga.
“Baik itu ia bisa lebih dekat dengan keluarga dan juga kalau ada usaha keluarga anaknya bisa bantu orang tua,” papar Epyardi Asda.
Lebih lanjut kata Epyardi, semua yang ia terapkan tersebut bisa berjalan dengan cara kolaborasi atau bersama-sama dengan seluruh perangkat di Pemerintah Kabupaten Solok. Karena itu ia membentuk tim yang bernama Solok Super Team (SST).
“Jadi karena kami bekerja harus bersama-sama dan saya meyakini supermen itu tidak ada yang ada hanyalah super tim,” tegas Bupati Epyardi Asda.
Maka di awal saya menjabat, saya membentuk Solok Super Team (SST) dan kekompakan di Pemkab Solok. Alhamdulilah saat ini mulai banyak capaian yang kami terima mulai dari stunting, pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik dan penghargaan lainnya. Wewe
Baca juga: Hardiknas, Gubernur: Kepala Sekolah Majukan Pendidikan di Era Merdeka Belajar



Facebook Comments