Kementerian UMKM dan Bank Indonesia Bantu UMKM Kota Pariaman

Pariaman, SuhaNews – Kementerian UMKM RI, Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Pariaman serahkan bantuan kepada 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Pariaman yang terdampak bencara hidrometeorologi, Senin (9/2/2025) di Aula Balaikota Pariaman. 

“Bantuan berupa kompor gas, tabung gas dan regulator merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Pariaman, Bank Indonesia dan Kementerian UMKM RI,” ujar Wali Kota Pariaman, Yota Balad.

Baca juga: Wali Kota Pariaman Serahkan Bantuan Etalase kepada 51 Pelaku UMKM

penyerahan bantuan ini juga dihadiri Kepala Bidang Renbang Pendampingan Inovasi dan keberlanjutan usaha, Deputi Ekosistem Bisnis Wirausaha Kementerian UMKM RI, Keumala Dewi, Kepala Tim Implementasi KEKDA (Kajian Ekonomi dan Keuangan Daerah) Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Barat, Lukman Hakim. Psikolog HIMPSI.

Kepala Bidang Peningkatan Peran Dunia Usaha, Industri, dan Dunia Pendidikan, Deputi Ekosistem Bisnis Wirausaha Kementerian UMKM RI, Rokhmat Rahantyo menjelaskan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, bahwa semua harus turun tangan dengan segala sumber daya yang ada untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir.

“Kegiatan ini dilaksanakan sesuai arahan Presiden. Kegiatan ini disupport oleh mitra kolaborator dari perbankan, dunia usaha, dunia industri dan dunia pendidikan,” jelas Rokhmat Rahantyo.

Tahap pertama, jelasnhya, adalah trauma healing, bagaimana memulihkan kembali mental usaha. Tahap selanjutnya akan diprogramkan selain healing mental, healing usaha, “ ungkap Rokhmat Rahantyo.

Tidak hanya melaksanakan trauma healing dan penyerahan bantuan, Kementerian UMKM RI juga nantinya akan melakukan pendampingan kepada pengusaha UKM yang terdampak sesuai dengan kebutuhannya.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad mengatakan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan rantai produksi para pelaku usaha kuliner dan rumah tangga yang sempat terhenti akibat kerusakan peralatan dapat segera berjalan kembali.

BACA JUGA  Bupati Agam: Kita Perlu Membangun Sinergi Ranah dan Rantau

“Bencana banjir memang memberikan dampak signifikan pada sektor ekonomi. Namun, pemulihan mental adalah pondasi utama sebelum kita melakukan pemulihan bisnis,” jelas Yota Balad.

Program trauma healing yang dijalankan ini, adalah bagian dari komitmen untuk memperkuat ketahanan psikososial Bapak dan Ibu. Setelah kita merasa lebih tenang, kita akan mulai masuk ke tahap asesmen dampak bisnis dan pemberdayaan melalui program bantuan modal serta pelatihan,“ ungkapnya.

Kota Pariaman dikenal dengan semangat kemandirian ekonominya yang digerakkan oleh sektor UMKM. Namun, bencana banjir yang melanda beberapa waktu lalu telah memberikan dampak yang cukup berat, tidak hanya bagi hunian warga, tetapi juga bagi keberlangsungan usaha UMKM. Banyak alat produksi yang rusak atau hilang, yang menyebabkan aktivitas ekonomi sempat terhenti.

Baca juga: Wakil Menteri UMKM Resmikan Klinik UMKM Minang Bangkit

Facebook Comments

Google News