Bukittinggi, SuhaNews | Dalam rangka upaya meningkatkan kompetensi pendidik di era transformasi digital, MTsN 2 Bukittinggi menggelar Workshop Penerapan Digitalisasi dalam Proses Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta dengan tema “Mengintegrasikan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk Transformasi Pembelajaran Menuju Siswa yang Cerdas dan Berkarakter.”
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa (8–9/6/2026), di Atiyan Syar’ah Hotel, Kota Bukittinggi dengan diikuti oleh seluruh tenaga pendidik MTsN 2 Bukittinggi. Workshop menghadirkan narasumber kompeten, Roby Setia Pramana, M.Pd aktif dalam berbagai pelatihan tingkat nasional di bidang digitalisasi pembelajaran.
Peserta mendapatkan penguatan pemanfaatan berbagai platform dan aplikasi pembelajaran berbasis teknologi, di antaranya Ruang Murid, Notebook Gemini AI Story Book, pembuatan infografis, komik digital, video pembelajaran, hingga Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI).
Kegiatan ini dihadiri sekaligus dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Dr. H. Irwan, M. Pd didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Aldi Heko Putra, S. Ag, M.Pd. Kehadiran pimpinan Kementerian Agama Kota Bukittinggi ini menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan kapasitas guru madrasah dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. work work
Kepala MTsN 2 Bukittinggi, Fakhri, S. Pd dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran Kakan Kemenag dan Kasi Penmad pada kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya kesiapan guru dalam menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan zaman. “Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan masanya,” ungkapnya.
Fakhri, mengatakan bahwa pendidikan harus mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan kebutuhan generasi masa kini.
Sementara itu, Kakankemenag Kota Bukittinggi, Dr. H. Irwan, M.Ag, dalam arahannya menegaskan bahwa digitalisasi pembelajaran merupakan sebuah keniscayaan yang harus diterapkan dalam proses pendidikan, mengingat teknologi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. “Digitalisasi pembelajaran bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Guru harus mampu beradaptasi agar pembelajaran tetap relevan dan bermakna bagi peserta didik,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kakan Kemenag juga menyampaikan tiga kebijakan strategis yang perlu dipahami dan diimplementasikan oleh seluruh satuan kerja, yaitu:
• Jangan menyesali masa lalu
• Jangan pernah menyerah
• Belajar menikmati apa yang diperoleh hari ini.
Melalui workshop ini, diharapkan para guru MTsN 2 Bukittinggi semakin siap mengintegrasikan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam proses pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas, secara luring maupun daring. Namun demikian, pemanfaatan teknologi tetap berpijak pada penguatan nilai-nilai akhlakul karimah, karakter, cinta, dan kemanusiaan sebagai pondasi utama pendidikan yang selaras dengan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. (Humas MTsN 2 Bukittinggi/Syafrial)
Berita Terkait :



Facebook Comments