Rapid Antigen, 3 Orang Guru di Lembah Gumanti Terkonfirmasi Covid-19

Arosuka, SuhaNews – Warga Warga Kabupaten Solok yang terkonfirmasi Covid-19 bertambah lima orang. Total sudah 1.025 orang yang terkonfirmasi, terdiri atas karantina mandiri 75 orang, dirawat 16 orang, meninggal 25 orang dan sembuh 909 orang.

“Pemeriksaan Spesimen sudah dilakukan sebanyak  9.978orang,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Solok, Syofiar Syam, Jumat (2/4/2021)  di Arosuka.

Untuk Zonasi Daerah di Sumatera Barat pada minggu ke-55, 28  Maret  s/d  03  April  2021, jelas Syofiar Syam, Kabupaten Solok masih masuk lagi dalam zona oranye (Resiko Sedang).

Baca juga: Rapid Antigen, Belasan Guru Kabupaten Solok Terkonfirmasi Covid-19

“Kasus suspek dirawat tidak ada lagi karena hasil pemeriksaan spesimen sebelumnya telah negatif,” jelas Syofiar Syam.

Kasus konfirmasi, jelas Syofiar Syam, ada tambahan sebanyak 5 (lima) orang, yakni:

  1. Perempuan 37 thn, alamat nagari Sungai Nanam, Kec. Lembah Gumanti, pekerjaan Guru, merupakan skrinning guru rapid antigen positif dengan gejala demam dan batuk. Yang bersangkutan karantina mandiri.
  2. Perempuan 46 thn, alamat nagari Alahan Panjang, Kec. Lembah Gumanti, pekerjaan Guru, merupakan skrinning guru rapid antigen positif dg gejala demam. Yang bersangkutan karantina mandiri.
  3. Laki-laki 57 thn, alamat nagari Sungai Nanam, Kec. Lembah Gumanti, pekerjaan Guru, merupakan skrinning guru rapid antigen positif dg gejala demam, batuk dan flu. Yang bersangkutan karantina mandiri.
  4. Laki-laki 67 thn, alamat nagari Tanjung Bingkung, Kec. Kubung, pekerjaan Wiraswasta, merupakan kasus suspek yang memiliki gejala Diare, yang bersangkutan ditrawat  di RST Reksodiwiryo Padang.
  5. Laki-laki 67 thn, alamat nagari Talang, Kec. Gunung Talang, pekerjaan Tani, merupakan kasus suspek yang memiliki gejala demam, batuk dan tidak mau makan, Yang bersangkutan dirawat di RSUD Arosuka. (Wewe)
BACA JUGA  Covid-19 Kabupaten Solok: 14 Warga Terkonfirmasi, 7 Sembuh
Baca juga: Guru dari 21 Sekolah Ikuti Rapid Antigen di Puskesmas Sulit Air

Facebook Comments

Google News