Anggota DPRD Jaring Informasi dari MKKS SMP Kabupaten Solok

Alahan Panjang, SuhaNews – Dalam 20 tahun terakhir, MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMP tidak pernah dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Solok. Rabu (11/3) untuk pertama kalinya kegiatan MKKS dihadiri oleh Komisi 1 DPRD, yang membidangi pendidikan.

“Selama 20 tahun terakhir, baru kali ini anggota DPRD hadir di MKKS,” jelas Erfimarnis, Kepala SMPN 2 Gunung Talang, Rabu (11/3) di SMPN 1 Lembah Gumanti.

MKKS SMP, jelas Ketua MKKS SMP Kabupaten Solok, Drs. Arnis dilaksanakan sekali sebulan. Di samping MKKS Paripurna juga ada MKKS Bermutu yang digelar sekali sebulan, jadi setidaknya dua kali sebulan, para kepala SMP ini berkumpul untuk membahas beragam persoalan pendidikan.

Pada MKKS kali ini, jelas Arnis, selain dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, H. Zulkisar, juga dihadiri oleh Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Solok, Hary Pawestri, serta para pengawas. Sementara tuan rumah adalah SMPN 1 Lembah Gumanti.

“Benar, baru kali ini  kegiatan MKKS yang dihadiri oleh anggota DPRD,” jelas Arnis.

Dalam kesempatan ini, Hary Pawestri memberikan memaparkan peran DPRD dalam memajukan pendidkan di Kabupaten Solok. Ia berharap kualitas pendidikan di daerah ini bisa meningkat pada 2020 ini, tidak lagi berada pada peringkat 17 dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat.

“Mari kita bangun pendidikan bersama,” ajak Hary.

Mendapat tantangan seperti itu, Ketua MKKS SMP Provinsi Sumatera Barat, Suardi juga menantang anggota DPRD untuk memberikan perhatiannya kepada dunia pendidikan. Tanpa adanya dana sulit untuk membangun pendidikan. Karena itu, seharusnya Pokir Dewan diberikan untuk pendidikan.

“Saya memberikan sekitar 80% Pokir untuk pendidikan,” jelas Hary Pawestri.

Misalnya pada 2020 ini, ia mendapatkan Pokir Rp500 juta, sebanyak Rp400 juta diberikan ke sekolah, sementara Rp100 juta lainnya diberikan untuk membangun ekonomi kerakyatan. Masyarakat yang membutuhkan modal usaha, terutama rakyat kecil.

“Kehadiran saya di sini untuk mendapatkan informasi seputar pendidikan di Kabupaten Solok, khususnya di tingkat SMP,” jelas Hary.

Dalam kesempatan ini, Hary Pawestri memaparkan permasalahan  dunia pendidikan saat ini. Selain LGBT, revolusi pendidikan, revolusi industroi dan revolusi agraria 4.0, serta Merdeka Belajar ala Nadiem Makarim perlu menjadi perhatian semua.

“Kita harus mengikuti perkembangan yang terjadi,” jelas Hary Pawestri, yang menjadi anggota DPRD periode kedua ini. Wewe

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...