Balon Walikota Solok, Ismael Koto Geser Posisi Reinier

Balon
Pasangan Balon Ismael Koto dan Edi Candra sementara menduduki peringkat tertinggo poling SuhaNews.

Solok, SuhaNews  – Persaingan menuju BA 1 P kian menarik. Ismael Koto – Edi Candra gantikan posisi  Reinier- Andri Maran  di posisi kedua pada Polling SuhaNews pekan keempat Februari 2020 ini. Sementara Yutris Can-Irman Yefri Adang belum tergoyahkan di posisi pertama.

Pergerakan votes sangat dinamis. Yutris Can- Irman Yefri Adang pernah mendapatan 50 persen suara netizan dari empat pasangan Balon Walikota Solok ini. Selama dua pekan sejak polling dibuka, suara  Yutris Can- Irman Yefri Adang sangat dominan, berbeda 20 persen dari suara lainnya. Namun pada pekan keempat ini, perolehan suara kian berimbang.

Yutris Can- Irman Yefri Adang meraih 1228 votes atau 47% pada pekan lalu, kini mendapatkan suara 4395 votes atau 39%. Perolehan suaranya meningkat tajam. Naik hampir 200% dibandingkan pekan lalu. Namun secara persentase terjadi penurunan karena perolehan suara Ismael Koto – Edi Candra dan pasangan Reinier- Andri Maran juga naik.

Ismael Koto – Edi Candra pada pekan lalu hanya mengumpulkan  1133 votes atau 20% sekarang  naik 3841 vote 34%.  Bahkan ia menggeser posisi Reinier- Andri Maran pada posisi kedua. Perbedaan suara pasangan mantan birokrat ini tinggal 5% dari Yutris Can- Irman Yefri Adang, yang tetap mendapatkan votes terbanyak.

Suara Reinier- Andri Maran pun naik siginifikan. Kalau pada pekan lalu mendapatkan votes 1.603 atau 28% sekarang bertambah menjadi 2926 votes 26%. Hanya berbeda 8% dengan balon walikota  Ismael Koto – Edi Candra.

Sedangkan dukungan  suara untuk pasangan balon walikota Hendriyas – Jetson justru terus menurun. Dari 7% pada pekan kedua, turun ke 4%  pada pekan ketiga dan sekarang turun lagi. Pasangan ini barum mengumpulkan 238 votes atau sekitar 2%.

Melihat pergerakan suara ini, nampaknya mesin partai masing-masing paslon (pasangan balon) bergerak sangat dinamis. Masing-masing berusaha menarik simpati pemilih Kota Solok Serambi Madinah ini.

Meningkatnya dukungan untuk Ismael Koto – Edi Candra tentu tidak terlepas dari sosok keduanya. Pasangan ini dikenal sebagai mantan birokrat, yang sudah puas makan garam birokrasi. Apalagi Ismael Koto di samping birokrat karir, menjadi pimpinan partai lima tahun terakhir. Bisa jadi pengalaman inilah yang membuat netizen kian mengagumi sosoknya.

Polling masih berjalan, suara masih terus bergerak. Persaingan nampaknya memang pada tiga pasangan teratas. Melihat masing-masing sama-sama berpengalaman di birokrat dan partai politik.

Yutris Can yang akrab dengan panggilan Boris ini, tentu banyak memahami masalah birokrat karena selama tiga periode menjadi Ketua DPRD di samping Ketua Partai. Ismael Koto pun demikian, ia termasuk birokrat karir. Ia rela meninggal jabatan eselon II karena masuk partai politik dan bersaing  menjadi calon Walikota Solok.

Begitu juga dengan Reinier, saat ini masih menjadi Wakil Walikota Solok. Di samping itu, ia juga tercatat sebagai politisi dan pengusaha. Pengalaman menjadi wakil walikota tentu membuat semakin paham bagaimana membangun Kota Solok ini.

Hendriyas  yang baru mengumpulkan 2% suara, tidak bisa diabaikan. Pengusaha ini sudah disebut-sebut akan maju dalam pemilihan Walikota Solok sejak 10 tahun yang lalu. Namun ia selalu gagal mencalonkan diri. Kini ia ikut bersaing karena persaigan terbuka. Incumbent tidak lagi mencalonkan.

Bisa jadi Hendriyas menjadi kuda hitam, yang melaju menjelang finis. Dibanding tiga pasangan lainnya, Hendriyas – Jetson memang muncul belakangan. Masyarakat Kota Solok tentu tetap menunggu program dan gerakan dari setiap balon.

Pergerakan suara masih liar, seperti dalam permainan, bola masih liar. Setiap pemain berusaha mengolah si kulit bundar dengan kemampuan masing-masing. Striker andallah yang bakal berhasil menceploskan bola ke gawang dalam kemelut di depan gawang. Red

 

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...