Bupati Solok Perpanjang Masa Pembelajaran Daring dan Luring bagi Para Siswa

342
per
Siswa salah satu SMA di Kab. Solok

Bupati Solok Perpanjang Masa Pembelajaran Daring dan Luring bagi Para Siswa

oleh : Zulhendri (Dosen IAIN Batusangkar)

Dengan menindaklanjuti keputasan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 01/kb/2020, Menteri Agama Nomor 516 tahun 2020, Menteri Kesehatan Nomor hk.03.01/menkes/363/2020, dan Menteri dalam Negeri Nomor 440-882 Tentang Panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 di masa pandemic Corona Virus Disease 2019 (covid-19), dan berdasarkan hasil rapat melalui Video Conference Evaluasi Pelaksanaan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 Provinsi Sumatera Barat Gubernur dan Bupati/Walikota se-Sumatera Barat, maka dari itu Bupati Solok, H. Gusmal, SE. MM mengeluarkan surat edaran terbaru tentang “Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Pelajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)”. Surat edaran tersebut memuat:
kreativitas
Zulhendri, Dosen IAIN Batusangkar dengan kreativitas mengajar ditengah pandemi Covid-19
  1. Tahun baru pembelajaran 2020/2021 dimuai 13 Juli 2020.
  2. Sistem pembelajaran SMA, SMK, SMK LB, SMP, Madrasah (MTS), SD, SD LB, Aliyah mulai 13 Juli sampai 30 September 2020 dilaksanakan secara Daring dan Luring (tidak tatap muka) dan setelah itu akan di Evaluasi.
  3. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) TK/ RA mulai belajar Januari 2021.
  4. Kepala sekolah menetapkan SOP pembelajaran jarak jauh- luring di Satuan Pendidikan sesuai SOP Covid-19.
  5. Guru mata pelajaran menyiapkan modul, LKPD, tugas siswa, menyerahkan tugas untu siswa kepada wali kelas dan melakukan penilaian. Guru mata pelajaran bertugas untuk membuat modul yang sesuai dengan materi yang akan dipejari oleh siswa, membuat LKPD yang mudah dipahami oleh siswa dalam mengerjakan tugas, dan memberikan tugas
  1. Wali kelas mendistribusikan tugas kepada siswa mengumpulkan kembali hasil pekerjaan siswa, menyerahkan hasil pekerjaan siswa kepada guru mata pelajaran, serta merekap nilai siswa dan melaporkan kepada orang tua siswa.
  2. Pengawas sekolah, agar melakukan pengawasan terhadap mekanisme pembelajaran jarak jauh luring yang dilakukan.
  3. Guru BK, agar melakukan bimbingan dan pendampingan untuk mengatasi kesulitan belajar siswa.
  4. Orang tua, agar berkoordinasi dengan wali kelas dan mendampingi siswa melaksanakan kegiatan pembelajaran di rumah.
  5. Siswa menjemput, mempelajari, mengerjakan dan mengumpulkan tugas yang diberikan guru secara individu atau kelompok.
  6. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan hari pertama tahun baru pembelajaran 2020/2021 pada 13 Juli 2020. Walaupun telah ditetapkannya, tidak semua sekolah dapat melaksanakan pembelajaran offline atau pembelajaran tatap muka, hanya sekolah yang berada di zona hijau yang dapat melaksanakannya. Menurut Gubernur Sumatera Barat, daerah yang diperbolehkan membuka sekolah itu telah memenuhi syarat yang ditentukan pemerintah pusat dan digolongkan ke zona hijau. Ciri-ciri zona hijau, yaitu tidak ada warga yang positif Covid-19, tidak ada penambahan warga yang positif dalam waktu sebulan dan tidak ada kematian dalam satu bulan. Beberapa daerah yang tergolong zona hijau di Provinsi Sumatera Barat, yaitu Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Payakumbuh, Sawahlunto, Kabupaten Limapuluh Kota, dan Pasaman Barat.

Dengan mencermati tersebut, maka pemerintah mempersiapkan 4 sistem pendekatan pembelajaran dalam situasi saat ini, ada 2 sistem pembelajaran untuk daerah zona hijau, yaitu sistem pembelajaran tatap muka dan sistem pembelajaran campuran. Sedangkan untuk daerah selain zona hijau sistem pembelajaran tatap maya dan sistem pembelajaran jarak jauh (luring). Sistem pembelajaran luring diterapkan untuk para siswa yang tidak memiliki handphone dan jaringan yang kurang mendukung.

Berdasarkan hasil keputusan rapat Dinas Kabupaten Solok pada Jum’at (10/07/2020) bahwasannya Pada Senin, 13 Juli besok para pendidik (guru) tetap sekolah, kecuali para siswa yang belum dibolehkan datang ke sekolah sampai 30 September 2020. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akan dilakukan selama dua hari, yaitu Senin dan Selasa. Sistem pembelajaran dilaksanakan dengan sistem belajar jarak jauh, yaitu dalam jaringan (daring) atau luar jaringan (luring) atau keduanya apabila memungkinkan. Sistem pembelajaran luring dapat dilaksanakan dengan cara memberikan tugas kepada para siswa dalam bentuk modul, LKS, dan kunjungan rumah dengan kelompok belajar 5 s/d 10 siswa, tugas siswa diberi untuk 1 minggu 1 minggu. Setiap akhir pekan guru bertanggung jawab secara penuh untuk mengumpulkan tugas siswa dan memberikan nilai. Kepala sekolah dan pengawas berperan tetap untuk melakukan pengawasan dan pengontrolan terkait pelaksanaan pembelajaran daring maupun luring.

Dengan adanya surat edaran dan keputusan rapat  Dinas Kabupaten Solok, maka fungsi rumah tidak lagi sekedar tempat tinggal, tetapi sebagai tempat belajar secara full oleh siswa. Diharapkan kepada para siswa untuk tetap semangat mengikuti pembelajaran daring maupun luring dalam konteks pengawasan yang lebih oleh orang tua. Disini peran orang tua sangat dibutuhkan, orang tua harus punya waktu untuk mengawasi dan mendampingi anak-anaknya, apalagi anak usia Paud, TK, SD, SMP masih dikategorikan anak-anak yang perlu pendampingan dan pengawasan dalam belajar agar pembelajaran dapat berjalan secara efektif.

Tantangan terbesar bagi orang tua dalam pembelajaran jarak jauh ialah bagaimana cara orang tua dapat berperan penting dalam pembelajaran. Kenapa ini dikatakan tantangan bagi orang tua? Karena orang tua harus dapat berperan layaknya seorang guru disekolah bagi anaknya di rumah. Pertama orang tua harus berperan sebagai fasilitator bagi anaknya, jika disekolah guru berperan untuk menyediakan materi dan bahan pelajaran, maka orang tua di rumah harus berperan sebagai penyedia sarana dan prasarana yang mendukung pembelajaran jarak jauh. Kedua orang tua harus berperan sebagai motivator bagi anaknya, ketika anak mengalami kesulitan belajar maka orang tua harus membantu den menginspirasi anak. Ketiga orang tua sebagai pengawas bagi anak, dalam hal ini orang tua wajib mengawasi dan  mengontrol waktu belajar anaknya.

Harapanya orang tua harus mampu membangun dan menjalin komunikasi yang baik dengan para guru agar pembelajaran daring maupun luring ini tetap terlaksana secara baik, sama halnya dengan pembelajaran tatap muka. ****

BACA JUGA :

Facebook Comments

loading...