Dinas Dikpora Klarifikasi masalah Soal Ujian Yang Dianggap Melecehkan Nabi Muhammad SAW

Kepala Disdikpora Kab. Solok didampingi Kabid SD bersama Kasi PAIS Kemenag Kab. Solok dan MUI menggelar jumpa pers terkait soal ujian SD yang jadi pembicaraan sepanjang Rabu (11/12) kemarin.
Solok, SuhaNews. Heboh dengan beredarnya foto soal PAI (Pendidikan Agama Islam)  SD yang dianggap melecehkan Nabi Muhammad SAW menemukan titik terang. Soal tersebut telah dibatalkan dan semua pihak terkait munculnya soal tersebut sudah dipanggil.
“Tidak ada unsur kesengajaan sedikit pun, ini kekilafan dan kekeliruan kami,” ujar Korwil
UPT Pendidikan Prasekolah dan Sekolah Dasar Kecamatan Junjung Sirih, Gusnilendra, dalam jumpa pers, yang digelar di aula Dinas Dikpora Kabupaten Solok, Kamis (12/12).
Jumpa pers ini digelar setelah beredar luasnya kopian soal tersebut di media sosial dan media online.
Dalam jumpa pers ini hadir Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, H. Zulkisar, Kabid Pembinaan SD, Dafrizal, Kasi PAID Kantor Kemenag, Yanfarizal, Korwil UPT Pendidikan Prasekolah dan SD Junjung Sirih, K3S, MUI Kabupaten Solok, dan Polresta Solok, para guru, pengawas dan staf di Dinas Dikpora.
Soal ujian yang dinilai memberikan stigma negatif terhadap pribadi Nabi tersebut, jelas Zulkisar,  dinyatakan sudah dibatalkan dan semua pihak terkait lahirnya juga sudah dipanggil dan dimintai keterangan.
Seperti diberitakan SuhaNews di bawah judul “Soal Ujian Lecehkan Nabi Muhammad Beredar, Disdikpora Kab. Solok Ambil Sikap”. Pada berita ini, anggota DPRD Kab. Solok Nosa Eka Nanda menyayangkan beredarnya soal ujian yang dinilai menyinggung perasaan ummat Islam tersebut. Menurutnya ini bukan persoalan radikal, terpancing atau tidak. Tapi kepada masalah tauhid.
“Nabi kita manusia mulia Muhammad saw dilecehkan, yang nama beliau disebut-sebut selalu dalam berbagai banyak ibadah. Penduduk langit dan bumi bershalawat untuk beliau. Dari banyak referensi beliau mati-matian menyelamatkan kita manusia dari kesesatan,” tegasnya.
Seharusnya kata ketua DPD PKS Kab. Solok ini, Dinas pendidikan  lebih selektif dalam menulis soal-soal ujian untuk siswa.
”Ini bukti proses pengawasan dalam pembuatan soal tidak berjalan baik. Harusnya mereka selektif sebelum soal ini dicetak dan diedarkan kepada siswa,” ucapnya geram.
Menyikapi masalah ini,  Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga sudah memanggil semua pihak terkait dengan pembuatan soal tersebut. Mulai dari Korwil UPT Pendidikan, pengawas, kepsek, guru dan panitia.
“Kita sudah mengklarifikasi masalah kekilafan penulisan soal ini,” ujar Zulkisar.
Seperti dijelaskan oleh Gusnilendra, papar Zulkisar, inilah adalah kekeliruan dan kekilafan. Sama sekali tidak ada unsur kesengajaan. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga mohon maaf atas kekeliruan ini.
“Ini benar-benar kekeliruan kami,” ujar Gusnilendra,. sambil berurai air mata.
Sudah berkali-kali  penulisan soal ini dilakukan, selama ini tidak ada persoalan. Namun kali ini muncul persoalan ini.
“Sekali lagi kami mohon maaf,” ujarnya.
PGRI Mohon maaf
Secara terpisah Ketua PGRI Kabupeten Solok H. Asrinur juga menyampaikan maaf jika  kekeliruan dalam penulisan soal ujian semester SD ini melukai hati umat Islam. Tidak ada unsur kesengajaan sama sekali dalam hal ini.
“Ini musibah, semoga tidak terjadi lagi di masa datang,” harap Wakil Ketua PGRI Sumbar ini.
Sementara Kasi PAIS Yanfarizal berharap musibah ini dijadikan sebagai bahan pembelajaran agar ke depan lebih berhati-hati.
Sementara Elyunus dari MUI Kabupaten Solok menyatakan akan melakukan investigasi terhadap persoalan ini. Ia berharap persolan ini menjadi jernih. Karena itulah MUI berharap bisa berdialog dengan semua pihak terkait agar persoalannya menjadi tuntas. Wewe
Baca Juga :

Facebook Comments

loading...