Dompet Dhuafa Tebarkan Kebaikan dan Bentangkan Perdamaian Lewat Global Network

Dompet Dhuafa Global Network Launching di Balai Kartini
Jakarta, SuhaNews. Berdasarkan data Badan Pengungsi PBB (UNHCR) pada 2018, terdapat 70.8 juta orang terlantar di seluruh dunia, sekitar 29,8 juta adalah pengungsi dan hanya ada 92.400 pengungsi dipindahkan ke ketiga negara.

Komitmen Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan partisipasi tersebut merupakan indikator penting dan konkrit dari peran suatu negara dalam memberikan kontribusi untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Sebagai salah satu lembaga kemanusiaan yang independen, Dompet Dhuafa sangat memahami dinamisme dari dunia dengan terus menghadirkan perubahan generasi di dalamnya.

“Kerjasama ini meliput tiga hal yaitu School for refugee ( pengungsi -red), mengelola sekolah yang didedikasikan untuk refugee dari berbagi negara seperti Yaman, Palestina Myanmar, Bangladesh, Suriah, Afganistan yang mereka harus diperlakukan secara manusiawi.”ungkap Imam Rulyawan saat di temui di acara Dompet Dhuafa Global Network Launching di Balai Kartini, Rabu (11/12/19).

“Kedua, pengobatan kepada refugee dengan RS yang dimiliki DD, kami melayani pasien pasien yang berasal dari refugee tanpa mengambil biaya sepeserpun. Ketiga, memberikan bantuan makanan langsung satu hari satu kali di daerah Kalideres, Jakarta Barat. Singkat cerita dari tiga kerjasama tadi bisa berlangsung, berjalan karena kekuatan zakat, sedekah dan infaq masyarakat Indonesia.”tambahnya

Potensi Zakat, Infaq dan Sedekah ternyata bisa membantu bukan hanya di dalam negeri tapi juga saudara saudara  yang luar negeri yang mengalami cobaan ujian sehingga mereka terdampar di Indonesia.

BACA JUGA:  Inilah Ajakan Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Miskin

“200 zona keterkaitan, harapannya kita akan menyebarkan kebaikan –  kebaikan dan Bentangkan perdamaian. Karena ada juga pengungsi di Sumatera Utara dan daerah lainnya. Harapannya tidak hanya dilakukan di pusat saja tapi juga di daerah terkait dengan kemanusiaan.”ujar Imam Rulyawan.

Achsanul Habib sebagai Direktur Hak Asasi Manusia dan Urusan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri Republik lndonesia mengatakan diplomasi kemanusiaan itu prioritas politik luar negeri ini. Tidak hanya menggunakan potensi dan sumber daya yang ada dalam pemerintah tapi lebih penting dalam dunia mengedepankan aktor aktor non pemerintah

“DD kolaborasi lama dengan pemerintah dalam hal ini Kemenlu dalam berbagai forum dan platform. Bicara tempat kita sudah bekerjasama di Palestina, Myanmar dan beberapa tempat yang membutuhkan bantuan. Dengan tantangan sekarang, aktor kemanusiaan non pemerintah seperti DD harus mengedepankan aktor diplomasi yang dilakukan tidak melalui proses yang unconditional lagi.”ucap Achsanul Habib

“Karena diplomasi bukan milik pemerintah semata tapi dari unsur masyarakat. Kami apresiasi sekali, DD selalu terdepan dan paling mudah untuk berkolaborasi dan berinteraksi.”jelasnya menutup pembicaraan.

Pada acara Dompet Dhuafa Global Network Launching, Roadmap of Indonesia Role on  Peacebuilding dihadiri sejumlah tokoh yakni Mr. Achsanul Habib (Director of Human Rights and Humanitarian Affairs / Indonesian Ministry of Foreign), Mr. Wahfiudin Salam ( Board of Syiria Trustees Dompet Dhuafa), DRG. Imam Rulyawan of Executive Director of Dompet Dhuafa, Ann Maymann (The Representative of UNHCR Indonesia), Cristy McLenann (The Representative of CARE Indonesia), Mr. Arief Syamsulaksana (The Representative of HUMIA TRUST NZ), Mr. Abdus Sabur (Co Founder  Asian Moslem Action Network (AMAN) ), Mr. Ahmad Nashrullah from International Comitee of The Red Cross (ICRC) ), dan Mrs. Sakai Niho (Perwakilan dari Kedutaan Besar Jepang) serta Tamu Undangan Perwakilan Dari Mitra Strategis Luar Negeri dan Peserta Youth for Peace.(@enny_hdyn).

sumber : IndekNews.com

Facebook Comments

loading...