Ekspor, Seberapa Siap Petani Kita ?

siap

Ekspor, Seberapa Siap Petani Kita ?

Oleh : MT. Rajo Batuah, SP. MP

Baru-baru ini Saya mengikuti sebuah kegiatan yang diselenggarakan melalui Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Kementerian Pertanian RI, yang mempertemukan seluruh petani pengolahan hasil kopi se Sumatera Barat dalam acara Peningkatan Akses Pasar Internasional dan Business Matching Pelaku Usaha di Padang.

siap

Seluruh rangkaian acara diikuti dengan baik disamping menambah wawasan dan sekaligus mengamati sejauh mana dampak yang dihasilkan dari pertemuan selama 3 hari tersebut.
Seluruh materinya sangat menarik, yang disampaikan dengan sangat apik dan menarik oleh para narasumber yang terpercaya.

Namun ada salah satu materi yang sangat menyentuh dan menarik, disampaikan oleh salah satu narasumber dari Kementrian Perdagangan, ternyata peluang ekspor itu begitu terbuka lebar bagi seluruh akses komoditi dan jenis usaha yang dikelola dalam sektor pertanian.

Kementerian Perdagangan pada 13 Desember 2018 lalu telah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 111 Tahun 2018 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pembuatan Deklarasi Asal Barang (Origin Declaration) untuk barang ekspor asal RI. Aturan ini sendiri berlaku penuh sejak 1 Januari lalu.

 

Melalui aturan itu, Kemendag berkomitmen menerapkan perjanjian internasional yang telah disepakati serta memperlancar arus barang ekspor melalui sistem sertifikasi mandiri.

Namun ada lagi yang lebih menarik perhatian, yaitu adanya kemudahan yang ditawarkan melalui Portal Kementrian Perdagangan bagi seluruh petani dan pelaku usaha untuk mendapatkan akses pasar internasional secara lebih mudah dengan hanya memanfaatkan fasilitas sebuah android dan tentunya kuota.

Portal ini dikenal dengan sebutan “Inatrade”, yaitu sebuah layanan perizinan dibidang perdagangan secara elektronik. Bagaimana mekanisme kerjanya mudah-mudahan dibahas lain waktu. Layanan ini begitu menarik dan memotivasi seluruh peserta yang hadir, kenapa tidak ? Setiap individu bisa melakukan transaksi usaha yang dikelolanya secara gampang.

Disinilah terlihat begitu besarnya kepedulian Pemerintah terhadap para pelaku usaha kecil dan menengah untuk bisa mengembangkan sayapnya membentang luas sampai ke seluruh penjuru dunia. Namun, bila dihadapkan pada realita yang ada, kualitas dan kuantitas produksi komoditi pertanian masih perlu dijadikan sebagai benang merah yang sedikit menyulitkan dan menjadi bahasa klasik yang sedikit getir untuk dibahas.

Intinya bahwa petani kita harus mempersiapkan diri dalam menjawab tantangan dan tuntutan pasar global, tidak saja kesiapan dalam mendapatkan produksi bahan baku yang dibutuhkan, namun lebih daripada itu adalah menjadikan bahan baku produksi yang dihasilkan memberikan jaminan produk yang berkualitas dan diminati.

Faktor lain yang tak kalah penting untuk dipersiapkan adalah kemampuan atau wawasan setiap petani dan pelaku usaha dalam menguasai produk yang dihasilkannya, membaca peluang, konsisten dan beberapa persyaratan lainnya yang perlu dipersiapkan. Tentu saja ini semua sangat dibutuhkan adanya kerjasama yang baik dari berbagai pihak, agar upaya mulia untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahtetaan petani bisa terwujud menuju kemandirian pangan.***

TULISAN TAUFIQ LAINNYA :

Facebook Comments

loading...