Jalan Berliku Balon Wali Kota Solok Mendapatkan Partai Koaliasi

757
solok
Menunggu catatan sejarah
SOLOK – Persaingan balon Wali Kota Solok kian seru. Pasangan Yutris Can – Irman Yefri Adang kabarnya sudah mendapatkan lampu hijau dari Partai Golkar, Demokrat dan PAN. Semeentara pasangan Reinier- Andri Maran pun sudah mendapatkan signal pula dari PDI Perjuangan, PKPI dan PPP.

Zul Elfian-ReinierSejauh ini pasangan Ismael Koto – Edi Candra masih berjuang mendapatkan rekomendasi dari partai koaliasi, di samping berharap DPP Gerindra tidak mengubah rekomendasinya ke pasangan lain. Sedangkan Zul Elfian yang digadang-gadang akan diusung oleh NasDem juga sedang berjuang mencari partai koaliasi dan pasangannya sebagai Wakil Wali Kota.

Jika benar Yutris Can – Irman Yefri Adang menguasai tiga partai besar, artinya pasanan ini sudah mengantongi delapan kursi di DPRD Kota Solok. Pasangan ini sudah aman untuk melaju ke KPU Kota Solok. Sementara pasangan Reinier- Andri Maran belumlah aman karena baru mendapatkan tiga kursi dari tiga partai yang ada. Persyaratan ini tentu belum terpenuhi untuk mendaftarkan diri ke KPU sebagai calon Wali Kota Solok.

solokBegitu juga dengan Ismael Kota dan Zul Elfian, saat ini  masing-masing sudah mengantongi dua kursi dari partai masing-masing. Sementara Partai yang tersisa PKS (2), Hanura (2) dan PBB (2). Melihat kursi yang tersisa, jika tiga partai yang tersisa justru bergabung ke pasangan yang sudah mendapatkan koalisi, maka Ismael Koto dan Zul Elfian akan gagal maju dalam pilkada kali ini.

Bisa jadi salah seorang balon, Ismael Koto atau Zul Elfian yang harus mengalah karena gagal mendapatkan koalisi partai. Karena itulah menjelang pendaftaran ke KPU, perebutan partai koaliasi masih seru. Apalagi hingga sekarang belum ada pasangan balon yang mencukupi kursi untuk maju.

Melihat perkembangan pilkada Kota Solok, perjuangan Ismael Koto dan Zul Elfian tentu lebit berat daripada Yutris Can dan  Reinier. Karena kedunya harus memastikan partai koaliasi. Di samping, partai koaliasi belum tentu pula merestui pasangan yang sudah ada. Bisa jadi menjelang garis finis, pasangan kembali diutak-atik.

Di atas kertas, balon Ismael Koto – Edi Candra bisa saja mendapatkan dukungan banyak warga Kota Solok, tetapi politik memiliki statistik dan matematika sendiri. Pasangan yang unggul dalam berbagai lembaga survey dan polling, bisa saja tergelincir karena lupa bahwa pergerakan setiap pasangan balon tetap berjalan.

Sejauh ini, dalam polling SuhaNews.co.id, pasangan Ismael Koto – Edi Candra masih mengungguli pasangan Yutris Can – Irman Yefri Adang dan Reinier-Andri Maran. Namun Ismael Koto-Edi Candra tidak bergerak leluasa karena bukanlah tokoh yang sedang menjabat. Berbeda dengan Yutris Can, yang  bisa bertatap muka dengan berbagai lapisan masyarakat karena menjabat sebagai Ketua DPRD Koto Solok.

Begitu juga dengan Reinier, Wakil Wali Kota Solok ini bergerak kian lincah untuk menghadiri berbagai acara. Yutris Can dan Reinier pun sejauh ini sudah mendapatkan lampu hijau dari tiga partai.

solokKalau pasangan Yutris Can maupun Reinier berhasil mendapatkan masing-masing satu partai lagi, antara PKS, Hanura atau PBB, maka bisa jadi balon yang bisa mendaftar ke KPU hanya pasangan ini saja.

Hingga sekarang, sulit untuk menebak kepastian balon yang bakal bisa melangkah dengan mulus ke KPU untuk mendaftar diri. Karena itulah, makin ke ujung, pilkada Kota Solok makin seru.

Masih menjadi teka-teki, apakah Wali Kota Solok terpilih pada 9 Desember 2020 mendatang mencatatkan sejarah baru atau meneruskan sejarah sejak awal reformasi. Setidaknya sejak tahun 2000, tidak ada Wali Kota Solok yang dua periode, catatan sejarah kedua, dalam tiga pilkada terakhir, Wakil Wali Kota mendapatkan amanah sebagai Wali Kota.

Lalu sejarah manakah yang bakal dicatat pada Pilakda Kota Solok kali ini? Wewe

 

Facebook Comments

loading...