Jawaban Pemerintah atas Tiga Ranperda

Wabup Solok sampaikan jawaban pemerintah

Arosuka, SuhaNews – Wakil Bupati Solok, H. Yulfadri Nurdin sampaikan jawaban pemerintah atas tiga Ranperda, yakni Ranperda pengelolaan kepariwisataan, lambang daerah dan perubahan atas Perda Nomor 2 tahun 2009 tentang penyelenggaraan pendidikan, Senin (16/3) di Ruang Rapat Paripurna.
Rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Jon Firman Pandu didampingi oleh wakil Ketua DPRD Renaldo Gusmal, juga diikuti oleh  Anggota DPRD, Forkopimda dan SKPD  Kab. Solok
Wabup Yulfadri Nurdin menjelaskan bahwa  salah satu upaya pelestarian dan penggalian potensi pariwisata maka dicanangkan program kampung budaya yaitu program pengembangan berbasis masyarakat yang bertujuan untuk menggali potensi nagari, seperti   lingkungan bernuansa alami, tradisi budaya, makanan khas serta sistem pertanian
kekerabatan yg masih dipertahankan.

“Bupati Solok sudah menetapkan empat kampung budaya,” jelas Yulfadri Nurdin.
Empat nagari yang menjadi pilot projek kampung budaya ini adalah Nagari Jawi-jawi Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Selayo, Kecamatan Kubung, Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih dan Koto Gadang Koto Anau, Kecamatan Lembang Jaya.
“Pada tahun 2018 jumlah kunjunga, wisatawam ke Kabupaten Solok sebanyak 1.096.741,” jelas Yulfadri.

Pada tahun 2019, jumlah kunjungan wisatwan meningkat menjadi 1.413.889 orang.  Artinya pariwisata semakin baik. Tiga destinasi wisata yang dikembangkan yakni Taman Hutan Kota, Danau Kembar dan Danau Singkarak terus dibenahi.
Sementara Rancangan Peraturan Daerah tentang Lambang Daerah, jelas Wabup Yulfadri, menyangkut  identitas dalam daerah. lambang daerah yang meliputi logo, bendera, bendera jabatan kepala daerah dan himne serta mars merupakan tanda identitas yang menggambarkan potensi daerah, harapan masyarakat daerah semboyan dan yang melukiskan semangat untuk mewujudkan harapan yang dimaksud.

Sementara di  bidang pendidikan, Wabup Solok menjelaskan bahwa daerah ini membutuhkan tambahan guru. Karena dengan adanya 530 rombongan belajar atau ruang kelas, dibutuhkan guru 5.390 orang. Namun jumlah ini belum terpenuhi. Padahal pendidikan menjadi pilar utama  pembangunan Kabupaten Solok. Wewe

Facebook Comments

loading...