Kakanwil Kemenag Sumbar : Penyuluh Agama Ikut Ciptakan Kerukunan dan Ketentraman Umat

Kakanwil Kemenag Sumbar H. Hendri memberikan pengarahan didepan Penyuluh Agama Non PNS Kota Padang

Padang, SuhaNews. Kakanwil Kemenag Sumbar H. Hendri Yakin Penyuluh Agama mampu menjaga kerukunnan dan ketentraman umat beragama dengan memaksimalkan fungsi yang telah diformulasikan negara sehingga tercipta peningkatan kehidupan dari segala hal di tengah-tengah masyarakat Sumbar khususnya.

Hal ini diungkapkan dalam Pembinaan Kerukunan Umat Beragama di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Jum’at (27/12) yang menghadirkan empat puluh orang Penyuluh Non PNS se Kota Padang.

Ketua Panitia, Ariesta dalam laporannya menaympaikan kegiatan tersebut bertujuan sebagai wadah pertukaran dan berbagi informasi dengan penyuluh agama guna menyamakan visi dan persepsi terhadap isu-isu aktual yang terjadi di tempat masing-masing. Selain itu, untuk mengoptimalkan peran penyuluh agama dalam peningkatan toleransi antar umat beragama serta kehidupan masyarakat yang harmonis menuju Sumbar maju, sejahtera dan berbudaya.

Dalam arahannya, Kakanwil Kemenag Sumbar, H. Hendri mengingatkan kembali kepada seluruh penyuluh agama yang hadir bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk, baik dari segi suku, bahasa, budaya mapun agama termasuk Sumatera Barat. Kemajemukan tersebut dibutuhkan upaya dan komitmen yang kuat menjaga toleransi dan kerukunan sehingga terwujud kehidupan masyarakat yang harmonis dan kondusif.

Menurut Kakanwil, ada empat pilar yang mampu merekat persatuan dan kesatuan bangsa yang majemuk ini yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Ia juga menyampaikan beberapa tantangan kerukunan umat yang bisa menjadi pengganggu, yaitu faktor keagamaan dan faktor non keagamaan. Untuk non keagamaan, faktor ekonomi (kesenjangan ekonomi), faktor politik, konflik sosial dan budaya.

Kakanwil. Kemenag Sumbar H. Hendri, S.Ag, M.Pd

Adapun faktor keagamaan seperti penyiaran agama yang harus memperhatikan etiknya, perkawinan antar umat beragama, pengangkatan anak, pendidikan agama, perayaan hari besar keagamaan, penodaan agama, transparansi keagamaan dan banyak lagi faktor lainnya juga bisa mencetus timbulnya ketidak rukunan.

Dikatakannya lagi, semua potensi gangguan yang muncul dari berbagai faktor tersebut bisa distabilkan dengan memaksimalkan peran para penyuluh agama baik fungsional maupun Non PNS karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Menutup arahannya H. Hendri menghimbau seluruh penyuluh agar memperluas wawasan sehingga mampu mengatasi persoalan umat baik antar umat maupun inter umat beragama. Maksimalkan peran penyuluh sesuai fungsi yang diamanatkan negara yaitu fungsi informatif (informasi yang benar bukan hoax), fungsi edukatif, fungsi konsultatif (konsultan umat yang siap melayani) dan fungsi advokatif (berkenaan dengan hukum/pembelaan terhadap umat)

reporter : VN  editor : Moentjak

berita yang sama dapat di akses di www.sumbarkemenag.go.id

Facebook Comments

loading...