Kemenag Pasaman Gelar Tes Penyuluh Agama Islam Non PNS

Pasaman, Suhanews. Rekrutmen Penyuluh Agama Islam Non PNS untuk periode 2020-2024 di Kabupaten Pasaman resmi digelar Minggu (8/12) yang di MTsN 1 Pasaman Lubuk Sikaping.
Informasi Kasi Bimas Islam Hasyyunil, ada sebanyak 245 peserta yang mengikuti ujian tertulis dan wawancara.
“Kegiatan ini dilangsungkan selama dua hari (8-9/12) yang pada hari kedua dilaksanakan lanjutan wawancara”,terang Hasyyunil.
Hasyyunil mengabarkan, dua ratusan peserta yang mengikuti tes tidak hanya penyuluh agama yang lama juga banyak yang baru, karena seleksi terbuka bagi masyarakat yang berdomisili di ranah Pasaman.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Dedi Wandra diacara pembukaaan menegaskan bahwa rekrutmen yang serempak berlangsung se Indonesia terlaksana secara objektif, yang akan meluluskan peserta yang mendapatkan nilai terbaik.
Katanya, sesuai juknis kuota untuk Pasaman dari seleksi tersebut akan menetapkan sebanyak 96 orang terpilih sebagai Penyuluh Agama Islam Non PNS Kabupaten Pasaman, dengan rincian delapan penyuluh per kecamatan yang nantinya bertugas di dua belas kecamatan.
Dedi menginginkan dari seleksi ini akan memunculkan penyuluh-penyuluh agama Islam yang sungguh-sungguh melaksanakan tusi yang diamanahkan. Apalagi untuk periode ini bertambah masanya dibandingkan periode sebelumnya yang hanya tiga tahun.
“Masa bakti penyuluh bertambah menjadi lima tahun”,ungkap Dedi Wandra.
Dedi Wandra mengakui, kinerja para penyuluh sebelumnya belum sesuai yang diharapkan dan ini tampak dari 96 penyuluh agama Islam non PNS periode sebelumnya hanya dua yang telah dianggap lulus tanpa lagi mengikuti seleksi, disebabkan kinerjanya dinilai baik dan terbukti.
Sembari meresmikan, Rifki Deflaizar yang mewakili Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat menyampaikan jumlah kuota penyuluh agama Islam non PNS Sumbar periode tahun 2020 hingga 2024 sebanyak 1400 orang.
“Bagi yang lulus maka dia telah menjadi bagian dari ASN Kemenag Sumbar”,ucapnya.
Kepada peserta Kakanwil berpesan bahwa penyuluh agama itu adalah garda terdepan atau ujung tombak dari Kemenag untuk menyampaikan program-program pemerintah dari bahasa agama. Memberikan pembinaan, penyuluhan serta pencerahan kepada masyarakat. Dan pada saat yang bersamaan juga dihadapkan dengan tantangan dan persoalan hidup yang kompleks, termasuk dampak dari pesatnya kemajuan teknologi.
“Seperti persoalan radikal,aliran sempalan atau sesat yang perlu peranan penyuluh agama untuk membentengi terjadinya hal tersebut”,urainya.
Mantan pejabat di Sub Bagian Inmas Kanwil itu juga menyampaikan agar para penyuluh terus meningkatkan kompetensi dirinya, baik pengetahuan, komunikasi maupun sosial.
Diteruskannya, mereka juga diharapkan mampu menjalankan fungsinya sebagai informative, edukatif, konsultatif dan advokatif bagi masyarakat.
Panitia pelaksana Syahrijal menambahkan, untuk ujian tertulis digunakan sebanayak dua belas lokal MTsN 1 Pasaman dengan soal resmi dari pusat. Sedangkan untuk wawancara dilaksanakan di kankemenag Kabupaten Pasaman dengan empat orang penguji yakni Kepala kankemenag, Kepala Sub Bagian Tata usaha, Kasi PAIS, dan Dosen STAI Lubuk Sikaping.

Reporter :  Yusuf  editor : Moentjak

 

Facebook Comments

loading...