Kolom : Kepemimpinan Yang Diterapkan Dalam Melawan Korupsi

134
kepemimpinan
Ilustrasi, foto : Republika

Kepemimpinan Yang Diterapkan Dalam Melawan Korupsi

Oleh : Miftahul Khair (Mahasiswa Pascasarjana IAIN Batusangkar)

Dalam kehidupan sehari-hari telah banyak musibah yang kita lihat, salah satunya adalah penyebaran virus Covid-19, yang menyebabkan kita harus waspada dalam menyikapi diri dan keadaan kita untuk mengusir penyebaran virus Covid-19 yang membahayakan kita.

kepemimpinan

Berbagai cara telah diterapkan untuk mengusir virus ini, seperti pertama, penerapan PSBB dari Presiden RI Bapak Jokowi, kedua, mencuci tangan apabila telah melakukan kegiatan dan memegang benda kotor yang telah dikerjakan, ketiga, memakai masker, dan terakhir membatasi kegiatan dan kontak langsung dengan orang lain. Sampai saat sekarang tercatat data Covid-19 memiliki akumulasi 55.092, dirawat sebanyak 28.487, meninggal sebanyak 2.805, dan sembuh sebanyak 23.800.

Sehingga dengan keadaan dilanda wabah Covid-19, kita akan dihadapi dengan berbagai kegiatan yang syarat dengan banyak prilaku yang tidak baik seperti korupsi oleh para pemimpin kita. Mungkin kita sebagai manusia tidak tahu yang namanya amar makruf nahi mungkar, jadi kita melakukan perbuatan yang kurang menguntungkan ini, serta merugikan negara.

Disaat ini semua kegiatan dilakukan secara online, dan diharapkan untuk tinggal dirumah supaya virus Covid-19 tidak bertambah lagi. Keadaan ini membuat kita pasang surut dalam menghadapi era New Normal, sebaiknya kita tetap menjaga diri untuk mengamalkan langkah-langkah yang telah ditetapkan untuk mengusir virus Covid-19 ini. Diantara langkah-langkah itu adalah:

  1. Mencuci tangan apabila telah melakukan pekerjaan dan jika memegang benda-benda kotor
  2. Memakai masker agar udara tidak terhirup secara langsung dan menghambat penularan Covid-19
  3. Tidak berkumpul ditempat-tempat keramaian, dalam suatu kegiatan atau acara yang memudahkan penyebaran virus Covid-19
  4. Tidak bepergian ke daerah yang jauh, untuk mengatasi penularan Covid-19
  5. Tetap dirumah dan menerapkan keadaan hidup bersih
  6. Dan lain-lain

Sebagai antisipasi untuk penularan Covid-19 sebaiknya kita banyak melakukan hal-hal positif yang mendukung kegiatan kita sehari-hari, agar tidak jenuh dan menjadi panutan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dengan akan diterapkannya era New Normal, kita diperintahkan untuk mengerjakan yang makruf dan meninggalkan yang mungkar, sebagaimana firman Allah SWT di dalam Al-Quran, pada surah Ali Imran ayat 104:

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyeru kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar.”

Dengan adanya perintah tentang mengerjakan yang makruf dan mencegah yang mungkar, sebaiknya kita menuju era new normal dengan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila dan UUD 1945. Dengan membekali diri dengan banyak berbuat kebajikan kita mempersiapkan era new normal secara baik untuk mencapai tujuan yang akan dicapai dalam melakukan kegiatan seperti biasa untuk menuju masa depan.

Korupsi akan membawa kita kepada hal yang menyalahi hukum dan membuat diri kita menjadi tidak tentram dengan keadaan yang dijalani dalam kegiatan yang dikerjakan. Sebaiknya jika kita mengerjakan sesuatu pertimbangkanlah baik dan buruknya serta berjalan dijalan yang benar.

Supaya kita terhindar dari korupsi yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Sebagai warga negara kita sebaiknya menerapkan jiwa anti korupsi di dalam diri agar tidak merugikan negara kita Republik Indonesia. Sebaiknya sebagai pemimpin kita harus bersikap adil agar hidup kita menjadi tentram di dunia dan akhirat.

Demi menangani kelemahan KPK, Koalisi Masyarakat Sipil memberikan Sembilan rekomendasi, yaitu:

  1. Pimpinan terpilih jilid V mempunyai visi terkait dengan pencegahan dan pemberantasan korupsi. Sebagaimana dalam Perpres 54 2018 yang mengatur tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi dan dalam Pasal 6 UU KPK, isu pencegahan serta koordinasi dan supervisi pada instansi terkait harus dipahami secara menyeluruh bagi pimpinan KPK ke depan.
  2. Pimpinan KPK harus memiliki pemahaman penanganan perkara korupsi. Salah satunya terkait bidang penindakan. Agar langkah-langkah yang diambil menjadi tepat guna dalam rangka keberlanjutan penanganan perkara korupsi. Selain itu, penanganan kasus diharapkan konsisten.Beberapa penelitian menemukan masih terdapat inkonsistensi pada putusan kasus-kasus korupsi. Konsistensi dalam upaya menghadirkan hukum yang hanya dilihat pada proses awal penanganan kasus saja. Karenanya, KPK tidak hanya harus kuat dalam strategi penanganan kasusnya, tetapi juga dapat mensistematisasi kinerja penuntutannya guna menutup celah hokum yang dapat digunakan para koruptor terlepas dari jerat hukuman.
  3. Memiliki kemampuan manajerial dan pengelolaan sumber daya manusia. Seperti yang telah diketahui oleh public, lembaga KPK kerap kali bersifat dinamis. Tak jarang konflik di internal KPK terjadi, maka dari itu Pimpinan KPK mendatang mesti mempunyai pengetahuan serta kemampuan untuk memastikan internal lembaga anti korupsi solid serta terlepas dari kepentingan apapun.
  4. Tidak mempunyai konflik kepentingan dengan kerja-kerja KPK karena masyarakat tidak berharap Pimpinan KPK ke depan memanfaatkan situasi tertentu untuk kepentingan individu semata.
  5. Para pemimpin KPK lepas dari kepentingan dan afiliasi dengan partai politik tertentu. Jika komisioner KPK mendatang berasal dari warna partai tertentu dikhawatirkan meruntuhkan nilai independensi dari lembaga antirasuah. Isu penegakan hukum tidak mungkin akan berjalan dengan baik jika dicampuradukkan dengan isu politik.
  6. Pimpinan KPK masa depan memiliki kemampuan komunikasi publik dan antar lembaga yang baik. Berangkat dari catatan atas evaluasi Pimpinan KPK saat ini masih banyak ditemukan berbagai pernyataan yang justru menimbulkan polemik ditengah masyarakat. Kehadiran KPK pada dasarnya juga dimandatkan agar menjadi trigger mechanism bagi penegak hukumyang lain. Kepercayaan dan kinerja public menjadi pendukung kinerja KPK agar komisioner KPK terpilih memiliki komitmen  tegas dalam hal keterbukaan informasi dan membuka luas partisipasi public dalam kerja-kerja anti korupsi.
  7. Tidak pernah terkena sanksi hukum maupun etik pada masa lalu. Poin ini menjadi mutlak harus dipenuhi oleh pimpinan KPK mendatang, karena bagaimanapun persoalan pilitik serta terkena sanksi hukum akan menurunkan kredibilitas lembaga anti rasuah.
  8. Memiliki keberanian untuk menolak segala upaya pelemahan institusi KPK. Hampir setiap tahun KPK selalu didera dengan isu-isu pelemahan KPK, mulai dari revisi UU KPK, Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, bahkan tindakan kriminalisasi beberapa pegawai maupun pimpinan KPK.
  9. Mempunyai profil dan karakter sesuai dengan nilai dasar dan pedoman prilaku KPK. Hal ini diatur secara spesifik dalam Peraturan KPK No. 07 Tahun 2013 tentang Nilai Dasar pribadi, Kode Etik dan Pedoman Prilaku Komisi Pemberantasan Korupsi.

Keseluruhan kriteria menjadi pegangan bagi panitia seleksi agar lebih memetakan figur-figur terbaik yang nantinya akan diberikan kepada Presiden. Sebagai pemimpin sebaiknya kita mendukung program yang ada ini untuk diterapkan nanti, dan juga selalu berpikir positif  dalam hal apapun agar amar makruf nahi mungkar dapat berjalan dimuka bumi Allah  SWT ini.

Pemimpin yang baik akan memetik hasil yang baik pula dan sebaliknya pemimpin yang buruk akan memetik hasil yang buruk. Pemimpin yang amanah danmenjadi suri tauladanlah yang patut untuk ditaati, bukan sebaliknya. Sebagai manusia kita sangat menantikan figur-figur yang dapat membangun bangsa, sehingga tidak salah jika Sembilan rekomendasi diatas menjadi tolak ukur kita untuk memilih pemimpin dimasa datang.

Referensi:

https://nasional.kompas.com/read/2020/06/29/15442781/update-tambah-1082-saat-ini-ada-55092-kasus-covid-19-di-indonesia?page=all

https://tirto.id/9-harapan-kaolisi-masyarakat-sipil-terhadap-pimpinan-kpk-masa-depan-ecvj

Facebook Comments

loading...