Kepulauan Mentawai Mulai Belajar Tatap Muka untuk SMP dan SMA

mentawai
Kadis Pendidikan Mentawai Oreste Sakeroe saat meninjau SMP 2 Sipora
SuhaNews – Kepulauan Mentawai sudah kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka untuk tingkat SMP dan SMA sejak Selasa (1/9/2020).

“Pembelajaran tatap muka dimulai sejak awal September 2020 ini,” ujar Serieli BW, Juru bicara kebijakan gugus tugas Covid-19 Mentawai, Selasa (1/9/2020)  saat meninjau persiapan pembelajaran tatap muka di  SMPN 2 Sipora.

Dalam peninjauan ini, ia didampingi oleh Oreste Sakeroe, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mentawai. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan dan sosialisasi pelaksanaan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

“Kalau tidak ada penambahan kasus positif Covid-19 di Mentawai, maka mulai Oktober 2020 pembelajaran tatap muka  di SMP dan SMA sudah bisa dilakukan secara menyeluruh,” ujarnya.

Hal ini sesuai surat edaran Bupati Nomor 360/355/ BUP-2020. Pada awal sistem pembelajaran tatap muka (PTM) ini, pihak sekolah diharapkan membiasakan beraktivitas aman dari covid 19 dan tetap produktif.

“Berdasarkan pantauan, tempat cuci tangan sudah tersedia dan memadai dan para guru yang hadir sudah memakai masker,” jelas Oreste Sakeroe, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Guru dan murid yang hadir, jelas Serieli BW, maksimal 50% dari jumlah yang ada. Para guru dan siswa diharapkan mengikuti protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, rajin mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak, serta menjaga imunitas tubuh.

“Pihak sekolah harus benar-benar memperhatikan pelaksanaan protokol kesehatan untuk mengantisipasi munculnya klaster baru di sekolah,” tambah Serieli BW.

Serieli BW menekankan penting mengaktifkan satuan tugas (satgas) protokol kesehatan sekolah. Guru-guru yang datang dari kota Padang diharapkan rutin melakukan tes swab dan jika tidak ada hal urgent, lebih baik tidak bolak-balik ke Padang dulu karena kasus Covid-19 masih bertambah.

“Jika ada guru yang sakit, demam, pilek atau batuk disarankan mengajar dari rumah dengan memberi tugas dari rumah saja kepada muridnya,” jelas Serieli BW sebaimana dilansir mentawaikab.go.id.

“Kita akan evaluasi terus. Jika ada kasus baru, bisa jadi kembali belajar dari rumah atau pembelajaran jarak jauh (PJJ),” jelas Serieli BW.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya Mentawai,
Oreste Sakeroe berharap SMPN 2 Sipora bisa menjadi model pelaksananaan administrasi protokol kesehatan bagi SMP lainnya di Kepulauan Mentawai ini. (*/Wewe)

Baca juga:

Facebook Comments

loading...