LPMP Gelar Gebyar Penjaminan Mutu Pendidikan 2019, Media Diorama SDN 15 Batang Barus Raih Juara Sumbar

Solok, SuhaNews – Media Diorama SD Negeri 15 Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang berhasil mengharumkan nama Kabupaten Solok pada lomba diorama tingkat Sumatera Barat. Media Diorama buatan Julmardi, guru kelas VI tersebut mengangkat Ekosistem sebagai temanya.

“Alhamdulillah berhasil menyabet peringkat kedua,” ujar Julmardi kepada SuhaNews kemarin, di sela-sela penyerahan hadiah.

Julmardi harus mengakui keunggulan Karya Ernorita, guru SD 12 Padang Luar, Kabupaten Agam yang berada di tempat pertama. Ia mengangkat tema Lingkungan Bersih. Sementara tempat ketiga diraih oleh Nurdani Susanti dari SD 03 Sungai Kalu, Solok Selatan. Ia mengangkat tema Globalisasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, lomba Media Diorama ini digelar oleh LPMP Sumbar,.Selama tiga hari, 13-15 Desember 2019, LPMP menggelar Gebyar Penjaminan Mutu Pendidikan tahun 2019. Ada empat Kegiatan yang digelar yakni Seminar Nasional Hari Guru, diseminasi Pemetaan mutu pendidikan, supervisi mutu pendidikan dan diseminasi sekolah model dan rujukan.

“Lomba Media Diorama ini digelar dalam rangka diseminasi sekolah model dan rujukan,” jelas Julmardi yang memperagakan tropi dan hadiah yang diterimanya.

Selain menggelar lomba Diorama, LPMP juga menggelar lomba pembuatan Video pembelajaran untuk guru SMP. Juara 1, 2 dan 3 pada lomba ini adalah Endar Madesa, Guru SMPN 5 Padang Panjang, Zufiardi, guru SMPN 7 Padang dan Yanti Liwasdila, Guru SMPN 1 Batang Anai, Padang Pariaman.

Untuk tingkat SMK, juara 11, 2 dan 3 lomba Video Pembelajaran diraih oleh Nazwita dari SMKN 4 Payakumbuh, Irawati guru SMK Pembina Bangsa Bukittinggi dan Lies Mutia Winda Yanti, guru SMKN 10 Padang.

Penulisan Soal HOTS

Sedangkan untuk penulisan soal HOTS, pemenang 1, 2 dan 3 diraih oleh Resi Widya Handayani Guru SMAN 1 Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar, Dewita Triani Putri, SMAN 1 Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Desi Ariani dari SMAN 3 Bukittinggi, serta nominasi terpilih didapat oleh Ranti Kumalasari, guru SMA Agam Cendikia. Wewe

Facebook Comments

loading...