Manfaatkan Timpek, Polres Solok Selatan Datangi Korban Banjir di Talantam

Solok Selatan,SuhaNews – Polres Solok Selatan tiada henti membantui korban banjir, termasuk ke daerah tersulit sekalipun. Rabu (18/12) Pleton Tanggap Darurat Polres Solok Selatan mendatangi lokasi banjir bandang di daerah terisolir Kenagarian Abai.

Memanfaatkan Timpek, Pleton yang dipimpin oleh  Danton Tanggap Darurat, Kasubag Dalops Polres Solok Selatan IPTU Seventri S.H bersama Kapolsek SBH IPTU Amril Helim, Kanit Intel SBH IPDA Irwansyah, IPDA Rika Ros Moherum Adnes S.H, IPDA Budi Saputra S.H, IPDA Meri Zahardi serta Personil Gabungan Polres dan Polsek Sangir Jujuan, Polsek SBH Polres Solok Selatan menembus daerah terisolir tersebut.

Personil Polisi menaiki Timpek menyalurkan bantuan korban bencana di Solok Selatan

“Kami berterima kasih atas kepedulian personil kepolisian Solok Selatan yang selama bersama masyarakat korban banjir,” ujar Mardius, salah Talantam, Nagari Lubuk Ulang Aling Tengah, yang terkena banjir.

Warga Lubuk Ulang Aling Tengah, jelas Mardius bangga terhadap personil kepolisian yang selalu berada di tengah tengah warga Talantam, yang  masih berduka karena banjir di daerah ini.  Personil Polres Solok Selatan tak hentinya memberikan motivasi, bantuan, dan membersihkan bekas banjir.

“Tidak ada kata menyerah bagi prajurit kepolisian,” ujar IPTU Seventri.

Banjir Solok Selatan, papar IPTU Seventri, menjadi duka mendalam. Banjir di Seribu Rumah Gadang ini dirasakan dampaknya oleh Rantau Duo Baleh Koto.

“Polres Solok Selatan tak tega melihat derita warga korban banjir,” jelas IPTU Seventri.

Apalagi Warga Talantam di Nagari Lubuk Ulang Aling sudah satu minggu tidak mendapat bantuan karena banyak faktor yang menghambat jalur pendistribusian. Satu-satunya jalan untuk menyalurkan bantuan kepada warga dengan memanfaatkan Timpek Perahu Air.

Selain menggunakan timpek, penyalutan bantuan juga menggunakan jakur darat, personil Polisi menenteng dan memanggul barang bantuan

Jalur yang dilewati untuk menuju lokasi banjir bandang tersebut cukup sulit.  Personil harus turun naik menempuh perbukitan,semak belukar,dan menggunakan Timpek (perahu) sebelum sampai lokasi bencana.

“Ombak dan arus air yang deras tidak membuat goncang prajurit kepolisian ini,” ujar Kapolsek SBH IPTU Amril Helim.

Reportet : ARD   editor : Wewe

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...