SuhaNews – Setelah kasus penularan Covid-19 menurun, Pemerintah Arab Saudi mengumumkan bahwa sholat Idul Fitri bisa digelar di dua tempat paling suci bagi umat Islam yakni, Masjidil Haram (Makkah) dan Masjid Nabawi (Madinah).
Sebelumnya, kedua tempat suci ini terpaksa ditutup sementara untuk mencegah rantai penularan Covid-19. Setelah angka kasus positif di Arab Saudi menurun, pemerintah sepakat untuk membuka kembali Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Kedua tempat suci ini rencananya akan diresmikan setelah hari raya Idul Fitri. Karena itulah kembali dibuka untuk lokasi sholat Idul Fitri.
Namun sayangnya, masyarakat masih belum diperkenankan untuk datang dan menunaikan sholat berjamaah di sana. Menurut laporan Saudi Press Agency (SPA), kegiatan shalat id ini juga dipastikan akan mendapat pengawasan ketat dari pihak berwenang.
Terlebih setelah Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud, memberikan izin resmi untuk membuka Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
“Keputusan ini menunjukkan betapa bersemangatnya beliau (Raja Salman) untuk ‘menghidupkan kembali’ dua tempat suci tersebut,” ujar Sheikh Dr Abdul Rahman bin Abdulaziz Al Sudais, selaku General Presiden Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Kendati demikian, Sheikh Abdul Rahman menegaskan bahwa tak ada satupun masyarakat yang boleh mengikuti aktivitas shalat id ini secara langsung. Suara azan dan takbir tetap akan dikumandangkan melalui pengeras suara, hingga waktu shalat tiba.
Keputusan ini sebetulnya telah dilakukan sepanjang bulan Ramadhan lalu. Pihak pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tetap melaksanakan ibadah shalat tarawih, namun tanpa dihadiri jamaah. Demikian dilansir Okezone dari Khaleej Times, Minggu (24/5/2020).
Sumber: Okezone
Baca Juga:



Facebook Comments