Musim Liburan, Antrean Kendaraan di SPBU Mengular

Kemacetan disekitar SPBU Koto Baru Solok

Solok, SuhaNews – Libur semester yang bertepatan dengan penyambutan Hari Natal dan Tahun Baru menyebabkan volume kendaraan bermotor meningkat tajam, sementara kuota BBM (Bahan Bakar Minyak) tebatas, akibatnya kemacetan terjadi hampir di semua SPBU untuk antri pengisian BBM.

Kelangkaan BBM sudah terasa sejak Sabtu (21/12) lalu. Bahkan pada Sabtu malam terjadi kemacetan parah di depan SPBU Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Tidak kurang dari 2 km kendaraan mengular menjelang dan setelah SPBU tersebut.

Kemacetan akibat antrian minyak di SPBu Banda Panduang

Kemacetan dipicu oleh panjangnya antrean kendaraan roda enam dan roda empat dari dua sisi, baik dari arah Padang maupun dari arah Solok.Sementara kendaraan yang akan melanjutkan perjalanan dari dua arah ikut tertahan karena jalur menyempit.

“Saya sudah dua jam terjebak macet,” ujar Rian, yang mengaku akan melanjutkan perjalanan ke Padang.

Kamacetan semakin parah karena ujan turun dengan lebat, sehingga tidak ada yang mengatur arus lalu lintas. Kemacetan baru bisa terurai setelah petugas SPBU turun tangan mengatur arus lalu lintas.

Hingga Senin (23/12) ini kelangkaan BBM masih dirasakan. Sejak pagi, solar maupun premium sudah habis. Beberapa kendaraan memilih Pertamina Dex atau Pertalite agar kendaraan tetap jalan. Apalagi mereka yang sudah merencanakan perjalanan liburan semester ke berbagai daerah atau objek wisata.

Macet di SPBU KTK kota Solok

Sekalipun menjelang siang, Mobil tanki BBM sudah datang ke SPBU, tetapi antrean tetap tidak terhindarkan. Karena ada yang sudah antre sejak pagi. Bahkan beberapa kendaraan roda enam atau lebih memilih memarkir kendaraannya di SPBU daripada melanjutkan perjalanan.

Antrean kendaraan yang ingin mendapatkan BBM terlihat di semua SPBU yang ada di Kabupaten dan Kota Solok ini. SPBU yang ada di Lubuk Selasih dan Guguk misalnya kehabisan biosolar sejak pagi. Begitu juga SPBU yang ada di KTK dan Pandan Kota Solok, kondisi nyaris sama.

Jerigen dan Tanki Modifikasi

Dalam kemacetan dan kelangkaan BBM seperti ini, begitu BBM datang, para sopir harus bersabar karena harus bersaing dengan para pedagang yang mengisi BBM dengan jerigen. Di samping itu, ada juga yang terlihat mengisi BBM ke dalam tanki modifikasi.

“Sudah lebih dari sejuta rupiah belum juga penuh tanki mobilnya,” ujar seorang sopir yang antre di belakang tanki modifikasi tersebut.

Tak hanya kendaran ber BBM Solar, pemakai premium juga antri

Padahal yang diisinya mobil pribadi. Jika diisi penuh, tak akan habis uang Rp500.000. pengisian jerigen dan tanki modifikasi ini membuat antrean di SPBU kian panjang. Tentu semua berharap antrean ini bisa berkurang dan liburan menyenangkan, perjalanan bisa lancar, tanpa harus mengalami kelangkaan BBM.

 

Lubang dan Proyek Pelebaran Jalan Ikut Menyumbang Kemacetan

Selain kemacetan akibat antri minyak yang membuat macet jalur disekitar kota Solok adalah adanya lobang jalan yang cukup dalam dan lebar persis dibawah gapura Batas Kota Lukah Pandan hingga depan gedung pertemuan Kubung Tigo Baleh.

Jalan rusak berlubang ikut menyumbang kemacaten

Untuk menghindari lubang ini, kendaraan akan bergerak ketengah hingga melewati garis putih. Sementara itu jalan juga menyempit akibat adanya steger pekerjaan gapura.

Tak sampai disitu disepanjang jalan Hamka kota Solok ini jalan juga terendat dan tak jarang macet akibat sebagian badan jalan tertutup material pekerjaan proyek penutupan Banda Solok.

Wewe

Facebook Comments

loading...