Solok, SuhaNews – Hadir pada acara NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam) di Solok, Anggota Komisi VIII DPR RI Dra Hj. Delmaria bahas kemajuan pendidikan madrasah di Kabupaten dan Kota Solok.
Acara NGOPI yang digelar oleh Kanwil Kemenag Sumbar ini berlangsung di Solok Premier Hotel, Senin (21/8) diikuti 138 peserta yang terdiri dari Kepala Madrasah se Kabupaten Solok, guru MDT dan Guru TPQ se Kota Solok ini, juga dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Sumbar yang diwakili oleh Kabid Papkis H. Naharudin, MA, Kabid Penmad diwakili oleh Dr. H. Jhon of Rizal One, Kakan Kemenag Kabupaten Solok H. Zulkifli dan Kakan Kemenag Kota Solok H. Mustafa.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok H. Zulkifli dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini kepercayaan masyarakat pada pendidikan madrasah tengah meningkat, hal ini tak terlepas dari prestasi yang dicapai oleh madrasah baik siswa maupun gurunya.
Namun begitu, dalam menjalankan tugasnya sebagai lembaga pendidikan, madrasah memiliki kendala, diantaranya manajerial yang belum update dengan kondisi terkini / modern, SDM dan kemampuan akademik tenaga pendidik dan kependidikan yang belum optimal, sarana prasarana yang belum memadai serta kewirausahan sebagai upaya menuju madrasah mandiri berprestasi.
Menutup sambutannya, H. Zulkifli berharap Komisi VIII DPR RI dapat membantu permasalahan yang dihadapi madrasah tersebut guna mewujudkan madrasah mandiri berprestasi.
Kepala Kanwil Kemenag Sumbar yang sambutannya disampaikan oleh Dr. H. Jon of Rizal One mengatakan implementasi moderasi beragama di madrasah dimulai dengan penyajian kurikulum yang baik dan nyaman bagi siswa dan guru, yang tentuy saja tidak terlepas dari SDM dan sarana pendukung.
“Untuk mewujudkan madrasah mandiri berprestasi diperlukan kiat-kiat dan kerjasama sama seluruh komponen madrasah serta dukungan legislatif dalam perannya mendukung program pemerintah,” sampai Jon Rizal One.
Kepada peserta yang mengikuti kegiatan ini diharapkan untuk menyampaikan masukan dalam kegiatan ini, untuk menjadikan masukan bagi Kementerian Agama selaku ekskutif dan Komisi VIII DPR RI selaku legislatif.
Sementara itu anggota Komisi VIII DPR Ri Hj. Delmaria yang membuka kegiatan ini menyampaikan bahwa pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian diawali dengan usulan yang didukung oleh data-data yang valid dari madrasah sebagai pengusul.
“Kemudian data dan usulan madrasah diajukan oleh Kementerian Agama ke Bappenas untuk dimasukan dalam anggaran yang kemudian dibahas dalam sidang anggaran bersama DPR-RI untuk dimasukan dalam anggaran pembangunan tahun berikutnya,” jelas Hj. Delmaria.
Untuk itu, Hj. Delmasria berpesan agar semua data valid termasuk data yang direkam dalam aplikasi. Karena bagaiamanapun juga digitalisasi ini sebagai salah satu referensi penetapan anggaran dan pembangunan, baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang.
“Disamping data yang valid, baik madrasah maupun Kemenag harus membangun koordinasi yang solid dengan lembaga lain dalam rangka meningkatkan pembangunan sarana prasarana di madrasah,” pungkas Hj. Delmaria.

Dalam NGOPI bertajuk strategi mewujudkan kemandirian madrasah menuju madrasah mandiri berprestasi ini, panitia menghadirkan Prof. Salmadanis sebagai nasumber. Fendi ngopi ngopi
Berita Terkait :



Facebook Comments