Panduan Sholat Ied di Rumah

182
sholat
Selama pandemi Covid-19 ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menghimbau masyarakat untuk melaksanakan sholat Idul Fitri di rumah saja melalui Fatwa No 28 Tahun 2020.

Sholat Idul Fitri di rumah saja ini tidak berbeda dengan sholat Idul Fitri di masjid atau dilapangan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Selain bisa berjamaah, sholat Idul Fitri di rumah saja bisa dilakukan secara sendiri.

Ketentuan Sholat Idul Fitri di Rumah Saja dapat dilakukan secara berjamaah atau sendiri, Jika salat Idul Fitri dilaksanakan secara berjamaah, maka ketentuannya sebagai berikut:
– Jumlah jamaah yang salat minimal 4 orang, satu orang imam, dan 3 orang makmum.
– Tata cara salat Idul Fitri mengikuti panduan salat berjamaah.
– Usai salat Id, khatib melaksanakan khutbah

Dan Jika jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan shalat jamaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khutbah, maka salat Idul Fitri boleh dilakukan berjamaah tanpa khutbah.Kemudian Jika salat Idul fitri dilaksanakan secara sendiri (munfarid), maka ketentuannya sebagai berikut:
– Berniat niat salat Idul Fitri secara sendiri
– Dilaksanakan dengan bacaan pelan (sirr)
– Tata cara salat Idul Fitri mengikuti panduan salat berjamaah
– Tidak ada khutbah.

Berikut Niat dan Tata Cara Sholat Idul Fitri :
Niat Sholat Idul Fitri
Niat Sholat Idul Fitri untuk imam:
“Ushalli sunnatan li ‘idil fithri rak ‘ataini imaman lillahi ta’alaa”

Artinya: Aku niat sholat sunat Idul Fitri dua rakaat menjadi imam karena Allah Ta’ala.

Sementara Niat sholat Idul Fitri untuk makmum:
“Ushalli sunnatan li ‘idil fithri rak ‘ataini makmuuman lillahi ta’ala”
Artinya: Aku niat sholat sunat Idul Fitri dua rakaat menjadi makmum karena Allah Ta’ala.

Sedangkan Niat sholat Idul Fitri sendiri:
“Ushalli sunnatan li ‘idil fithri rak ‘ataini lillahi ta’alaa”
Artinya: Aku niat sholat sunat Idul Fitri dua rakaat karena Allah Ta’ala.

Tata Cara sholat Idul Fitri
1. Sebelum sholat, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.
2. sholat dimulai dengan menyeru “ash-sholata jami‘ah”, tanpa azan dan iqamah.
3. Memulai dengan niat sholat Idul Fitri
4. Membaca takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan.
5. Membaca doa iftitah.
6. Membaca takbir sebanyak 7 (tujuh) kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca secara pelan:
Subhanallah wal hamdulullah wa laa ilaha illallah wallahu Akbar (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar).
7. Membaca surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.
8. Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti sholat biasa.
9. Pada rakaat kedua sebelum membaca al-Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak 5 (lima) kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca secara pelan:
Subhanallah wal hamdulullah wa laa ilaha illallah wallahu Akbar (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar).
10. Membaca Surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.
11. Ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.
12. Setelah salam, disunnahkan mendengarkan khutbah Idul Fitri.

Untuk Panduan Kaifiat Khutbah Idul Fitri
1. Khutbah Id hukumnya sunnah yang merupakan kesempuranaan sholat Idul Fitri.
2. Khutbah Id dilaksanakan dengan dua khutbah, dilaksanakan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.
3. Khutbah pertama dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Membaca takbir sembilan kali
b. Membaca tahmid (alhamdulillah)
c. Membaca shalawat (Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad)
d. Ajakan bertaqwa kepada Allah SWT (ittaqullah)
e. Membaca ayat Al Qur’an (sebisanya)
Khutbah Kedua:
a. Membaca takbir tujuh kali
b. Membaca tahmid (alhamdulillah)
c. Membaca shalawat (Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad)
d. Ajakan bertaqwa kepada Allah SWT (ittaqullah)
e. Membaca ayat Al-Quran (sebisanya)
f. Membaca doa untuk umat islam (sebisanya)

Untuk selengkapnya, Anda dapat mendownload Fatwa MUI nomor 28 tahun 2020 terkait Panduan KaifIat Takbir dan Shalat Idul Fitri saat Covid-19. Dedi

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...