Oleh : Feri Fren (Widyaprada BBPMP Sumbar)

Jalur Sitinjau Laut merupakan urat nadi lalu lintas di Sumatera Barat. Jalur ini terkenal sangat padat dan ekstrim dengan tanjakan dan jurang-jurang yang menganga seakan-akan siap menunggu korban yang terjun ke dalamnya.
Masih banyak pinggir jurang yang belum memiliki pengaman untuk antisipasi kendaraan supaya tidak terjun ke dalam jurang.
Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Sitinjau Lauik, 5 Kendaraan Rusak Parah
Arus kendaraan yang berlalu lalang di jalur Sitinjau Laut sangat sibuk, karena jalur ini merupakan penghubung daerah antar kota antar provinsi.
Berdasarkan data pantauan lalu lintas selama bulan Desember 2025, jalur Sitinjau Laut (Padang–Solok) mengalami peningkatan volume kendaraan yang signifikan, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kondisi arus lalu lintas seringkali tersendat-sendat sehingga menimbulkan kemacetan.
Faktor penyumbang kemacetan bisa saja dari kondisi cuaca berupa hujan dengan intensitas tinggi. Hal ini akan membuat jalan licin dan bisa memicu kecelakaan. Jika terjadi kecelakaan tentu mengakibatkan kemacetan lagi dan bisa menimbulkan macet panjang, seperti kejadian pada bulan Desember 2025 lalu.
Selain itu, kemacetan juga bisa disebabkan karena adanya penutupan/perbaikan di jalur Lembah Anai yang beberapa waktu yang lalu terdampak bencana banjir bandang.
Sebagian besar kendaraan logistik dan kendaraan pribadi dialihkan ke jalur Sitinjau Laut, tentu terjadi lagi peningkatan volume kendaraan di jalur ini. Hal ini terjadi selama bulan Desember 2025 kemarin.
Secara keseluruhan, sepanjang bulan Desember 2025, jalur Sitinjau Laut beroperasi dengan beban volume kendaraan yang sangat padat dan sangat rawan macet pada saat cuaca buruk, sementara ruas jalan yang dilaui juga tidak terlalu lebar.
Pengalaman penulis yang sudah lebih 15 tahun bolak-balik mempergunakan jalur sitinjau Laut baik dengan menggunakan kendaraan pribadi atau menaiki angkutan umum kadang terasa sangat melelahkan untuk bekerja bolak-balik ke Kota Padang dari Kota Solok.
Berbagai macam ragam fenomena kemacetan yang sering terlihat di jalur Sitinjau Laut. Ada mobil yang kena tabrakan beruntun, kecelakaan tunggal sampai masuk jurang, minyak sawit yang tumpah di jalan dari truk tangki dan lain sebagainya.
Semua itu berdampak terhadap kemacetan lalu lintas yang menambah waktu perjalanan dan mengurangi produktifitas kerja baik yang ASN maupun pedagang.
Waktu tempuh normal untuk perjalanan dari Solok ke Padang atau sebaliknya sekitar 1,5 jam, namun dengan adanya kemacetan bisa bertambah berjam-jam lamanya
Memang pada saat-saat tertentu kita akui ada arus lalu lintas yang lancar di jalur Sitinjau Laut, akan tetapi dengan ekstrimnya jalur ini sering mengalami kemacetan.
Kemacetan pada umumnya sering terjadi pada sore hari.
Syukur Alhamdulillah pada saat ini sudah dimulai pembangunan jalan layang untuk mengatasi kemacetan ke depannya seperti jalan layang kelok sembilan yang sudah selesai di bangun beberapa waktu yang lalu dan sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Namun multiplier effect dengan pembangunan jalan layang ini, tentu juga sedikit banyaknya akan menimbulkan kemacetan lalu lintas karena banyaknya kendaraan proyek yang berlalu lalang.
Belum lagi dengan ulah oknum sopir yang kurang memiliki kesabaran di jalan.
Disisi lain hal ini tidak bisa pula kita salahkan, karena kalau sudah sore, jika terjadi hujan mereka takut kena longsor. Sehingga kadang terlihat mobil berdesak-desakan di pendakian dengan menerobos dan membuat jalur baru yang tidak tertib. Hal ini menimbulkan kemacetan.
Melihat fenomena ini, sudah selayaknya dibangun posko-posko gabungan di beberapa titik di jalur Sitinjau Laut dari pihak-pihak yang terkait seperti posko yang dibangun pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri dan Hari Natal dan Tahun Baru menjelang pengerjaan jalan layang selesai.
Selain posko gabungan, sebaiknya juga di-standbykan juga mobil derek atau mobil towing dan alat-alat berat lainnya untuk mengevakuasi kendaraan kalau seandainya ada kendaraan yang trouble yang membuat lalu lintas terganggu.
Dengan adanya tim yang bekerja dengan reaksi cepat, tentu akan bisa mengantisipasi kemacetan berikutnya. Mudah-mudahan kedepannya panorama Sitinjau Laut bisa lebih menyenangkan bagi pengguna jalan. Semoga.



Facebook Comments