Pembangunan Jalan Tembus Bayang-Alahan Panjang Dilanjutkan

bayang
Pesisir Selatan, SuhaNews – Masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan menyambut gembira persetujuan perjanjian pinjam pakai lahan hutan untuk pembangunan jalan tembus Bayang, Pessel-Alahan Panjang, Kabupaten Solok oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

“Persetujuan Kementerian LHK itusudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat dari sejak lama,” ujar Doni Prima 47, warga Bayang, pesisir Selatan, Jumat (10/12).

Baca juga: Deri Asta: Pengaspalan Jalan di Desa Kubang Utara Sikabu Segera Diselesaikan

dengan tuntasnya pembangunan jalan tembus ini, jelas Doni,  akan memberikan dampak perekonomian bagi masyarakat di dua daerah.

Plt kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Pesisir Selatan, Syariwan, mengatakan bahwa kelanjutan pembangunan jalan penghubung antar kabupaten tersebut sebelumnya  terkendala karena melewati hutan suaka marga satwa sekitar tujuh kilometer.

“Kementrian LHK telah menyetujui perjanjian pinjam pakai lahan hutan yang diperuntukkan bagi pembangunan jalan tersebut sepanjang tujuh kilometer,” kata Syariwan.

Syariwan menjelaskan bahwa program pembangunan jalan penghubung dua kabupaten itu akan segera dilanjutkan, direncanakan tuntas pada 2023 nanti.

“Tinggal sekitar 8 kilometer lagi jalan yang belum digarap karena status hutan suaka margasatwa itu tadi,” ucapnya.

“Pembangunan ruas jalan tersebut sangat berarti bagi masyarakat dua daerah yakni Pessel dan Kabupaten Solok,” tambah Syariwan.

Selain memangkas jarak tempuh hingga 80 kilometer, keberadaan jalan itu juga diyakini mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat antar daerah.

Pesisir Selatan yang kaya akan hasil lautnya yaitu ikan segar, bisa dijual ke Kabupaten Solok, dengan jarak tempuh yang lebih dekat.

Demikian pula dengan hasil sayur-sayuran dari Solok juga bisa dijual dan dipasarkan ke Pesisir Selatan, bahkan hingga ke Provinsi Bengkulu.

Total panjang jalan yang menghubungkan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan dengan Kabupaten Solok tersebut adalah sekitar 44 kilometer.

BACA JUGA  Disaksikan Camat Lembang Jaya, Syahrial Terima Jabatan Wali Nagari Limau Lunggo

“Pembangunannya sudah dimulai sejak tahun 2008 lalu hingga sekarang belum tuntas,” ujar Syariwan. (*)

Baca juga: Nol Budgeter, Pemko Pariaman Buka Akses Jalan di Desa Cudadak Air

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaHari ini, Sawahlunto Geotrail 2021 Digelar di Kawasan Wisata Kandi
Artikel berikutnyaRamadhani Kirana Putra: Mari Menjadi Motor Penggerak GERMAS