Bukittinggi, SuhaNews – Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Riau menginisiasi bakti kemanusiaan berupa pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam, Minggu (28/12/2025).
Puluhan dokter memilih turun langsung ke lokasi terdampak, membawa keahlian medis sekaligus empati bagi warga yang tengah berjuang memulihkan diri.
Baca juga: Gelar FKP, Wujud Komitmen Setjen DPD RI Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Lembaga
“Sebanyak 44 dokter akan bertugas selama dua hari, menyasar warga yang membutuhkan layanan medis di lokasi pengungsian dan wilayah terdampak,” ujar Zulmaeta.
Bakti kemanusiaan ini, jelas Wako Zulmaeta, dilaksanakan sesuai dengan profesi sebagai dokter. Para dokter hadir langsung untuk membantu masyarakat Agam yang sedang mengalami musibah.
“Para relawan agar tetap waspada selama bertugas, mengingat kondisi lapangan yang belum sepenuhnya aman,” tambah Zulmaeta di Rumah Singgah Bupati Agam Belakang Balok, Bukittinggi.
Kegiatan itu juga dihadiri Sekda Payakumbuh, Rida Ananda, Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh Ny. Eni Zulmaeta, Asisten III Ifon Satria Chan, sejumlah OPD serta relawan dari IDI wilayah Riau.
“Kita datang untuk membantu. Karena itu, keselamatan relawan juga harus menjadi perhatian. Jangan sampai niat menolong justru membuat kita berada dalam kondisi berbahaya,” ujarnya.
Bupati Agam Benny Warlis menggambarkan kondisi daerahnya yang hingga kini masih dalam tahap pemulihan. Kabupaten Agam menjadi wilayah yang paling parah terdampak bencana di Sumatera Barat.
“Korban jiwa yang teridentifikasi mencapai 163 orang, sebanyak 27 orang belum teridentifikasi, dan 28 orang masih belum ditemukan,” ujar Benny.
Duka paling dalam, jelas Benny Warlis dirasakan warga Kecamatan Palembayan, khususnya di Nagari Salareh Aia, yang menjadi lokasi dengan jumlah korban terbanyak.
Selain kehilangan anggota keluarga, warga juga harus menghadapi kerusakan rumah dan fasilitas umum.
Kerugian akibat bencana alam tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 2 triliun rupiah.
Pemerintah Kabupaten Agam saat ini masih fokus pada penanganan korban terdampak, termasuk penyediaan hunian sementara.
“Untuk kebutuhan pangan, alhamdulillah relatif cukup. Namun, hingga saat ini kami masih menghadapi kendala ketersediaan air bersih bagi warga terdampak,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pemerintah Kota Payakumbuh yang sejak awal bencana telah hadir membantu masyarakat Agam.
“Sejak hari-hari pertama bencana, bantuan dari Payakumbuh sangat kami rasakan. Mulai dari sembako, dapur umum, tim medis, hingga relawan. Dukungan ini membuat kami merasa tidak sendiri menghadapi musibah,” ujarnya.
Ketua IDI Wilayah Riau, dr. Marhan Effendi, MH, CMC, mengatakan kehadiran para dokter di lokasi bencana bukan hanya untuk memberikan layanan kesehatan, tetapi juga untuk menguatkan mental masyarakat yang terdampak.
“Kami hadir di sini, Insya Allah, untuk membantu meringankan beban sekaligus mengembalikan kepercayaan diri masyarakat yang terdampak bencana,” kata Marhan.
“Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini bisa sedikit membantu pemulihan kesehatan masyarakat Kabupaten Agam,” pungkasnya. (MCPYK)
Baca juga: Chintya, Mahasiswi Universitas Pertamina Didapuk UNICEF Jadi Duta Kesehatan Asia Pasifik



Facebook Comments