Pemuda lintas Agama Ikuti Sosialisasi Regulasi FKUB

lintas
Bukittinggi, SuhaNews —  Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama Pemuda lintas Agama (PELITA) Kota Bukittinggi mengadakan Sosialisasi, Sabtu (27/08) di Aula Kementerian Agama Kota Bukittinggi.

“Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman terkait Regulasi FKUB dan Moderasi Beragama,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Syukri Naldi.

Baca juga:  FKUB Bukittinggi dan PELITA Gelar Rapat Checking Program

Di samping itu, jelas Syukri Naldi, untuk memperkuat kapasitas pemuda dalam memahami keberagaman dan pengelolaannya menurut prinsip-prinsip kesetaraan dan keadilan dan mendorong peran pemuda dalam upaya bina damai.

“Mari kita bergandengan tangan dalam menjaga dan merawat kerukunan di Kota Bukittinggi,” tuturnya.

Syukri Naldi, yang juga salah satu pengurus FKUB Kota Bukittinggi ini menjelaskandalam Kegiatan ini dihadirkan narasumber Prof. Ridha Ahida (Rektor UIN Syekh Djamil Djambek Bukittinggi), H. Eri Iswandi, MA (Kakan Kemenag Kota Bukittinggi) dan Buya Salman, MH (Pengurus Senior FKUB Kota Bukittinggi).

Kegiatan diikuti 50 orang peserta. Peserta terdiri dari perwakilan organisasi kepemudaan lintas agama, antara lain dari unsur KNPI, Gerakan Pemuda Ansor Kota Bukittinggi Pemuda Muhammadiyah Pemuda Katolik, Naposo HKBP Kota Bukittinggi, Pemuda GBI.

Kemudian, Pemuda Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM), Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI), Badan Kontak Pemuda Remaja Masjid Indonesia, dan HMPS Prodi AFI UIN Syekh Djamil Djambek Bukittinggi.

Kakan Kemenag Kota Bukittinggi, H. Eri Iswandi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang digagas Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Bukittinggi.

“Moderasi Beragama merupakan kebutuhan di Indonesia dalam rangka merawat kebhinekaan. Konsep moderasi beragama bukan memoderenkan ajaran agama, akan tetapi menyentuh kepada bagaimana cara beragama, cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama,” jelas H. Eri Iswandi.

BACA JUGA  Tagana Kota Solok Sediakan 2000 Nasi Bungkus Setiap Hari untuk Pengungsi

“Pemerintah mempunya konsep moderasi beragama dalam rangka merawat kerukunan umat beragama dan pada prinsipnya sudah dilakukan para pendahulu kita. Sekarang tugas kita apalagi anak muda untuk memahami moderasi beragama tersebut dengan baik sehingga Kerukunan dalam keberagaman tetap terjaga,” tuturnya lagi.

Prof. Ridha Ahida, yang juga merupakan instruktur nasional moderasi beragama, menyampaikan bahwa sudah tidak saatnya kita mempertanyakan terkait moderasi beragama, karena ia sudah merupakan kebijakan nasional yang landasannya kukuh dalam UUD 1945 dan tertuang dalam RPJMN 2020-2024.

“Anak muda lintas agama sebagai salah satu elemen masayarakat sipil, memiliki peran penting dalam pengarusutamaan dan peneguhan moderasi beragama di masayarakat,” ujar Prof. Ridha Ahida (Syafrial)

Baca juga: FKUB Bukittinggi Terima Kunjungan Silaturahmi FKUB Kota Pariaman

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakTerlibat Jambret, Tukang Parkir Ditangkap Tim Klewang Polresta Padang
Artikulli tjetërKUA Akabiluru Tandatangani Kontrak Kerjasama Menuju KUA Revitalisasi