Pimpinan Pesantren dan MDTA se Bukittinggi Bahas Pembelajaran New Normal

151
belajar
Bukittinggi, SuhaNews. Dalam rangka menyonsong proses belajar mengajar di lingkungan Pondok Pesantren dan MDTA Kota Bukittinggi, Kantor Kemenag Kota Bukittinggi melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren mengadakan rapat dengan pimpinan Pondok Pesantren dan MDTA se-Kota Bukittinggi guna membahas terkait proses belajar mengajar dimasa New Normal Selasa, 07 Juli 2020 bertempat di ruangan Kepala.

Ka. Kankemenag Kota Bukittinggi melalui Kasi PD. Pontren H. Tamrin meminta pihak pondok untuk mempedomani panduan pembelajaran tahun ajaran 2020/2021 di masa Pandemi Covid-19 (Keputusan bersama Empat Menteri yaitu Menteri Pendidikan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan menteri dala Negeri).

Sesuai dengan panduan SKB empat menteri tersebut bagi satuan pendidikan di zona hijau Pemenrintah Daerah, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan Kab/Kota dapat melakukan pembelajaran tatap muka di setiap satuan pendidikan secara bertahap. Selama masa transisi bagi satuan pendidikan yang sudah memenuhi semua daftar periksa dan merasa siap,” tuturnya.

Selanjutnya Kasi PD. Pontren ini mengatakan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan Zona Hijau dilakukan dengan penentuan prioritas berdasarkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi terlebih dahulu dan mempertimbangkan kemampuan peserta didik untuk menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak (physical distancing). “Buku panduan keputusan empat menteri ini menjadi acuan pemerintah daerah dalam mengatur satuan pendidikan sebelum mendapat izin melaksanakan pembelajaran tatap muka berdasrkan ketentuan-ketentuan yang diatur didalamnya,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut diminta pimpinan pondok untuk mempedomani SKB 4 Menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran 2020/2021 dimasa Pandemi Covid-19 atau era New Normal. Diminta untuk menyusun SP dan SOP pembelajaran selama masa pandemi Covid-19.

“Kami minta pimpinan Pondok untuk membentuk Satgas Covid-19 dan berkoordinasi dengan BPBD Kota Bukittinggi, membuat spanduk , baliho dan sebagainya bebebtuk himbauan terkait penangulangan Covid-19 dalam bentuk edukasi bagi warga Pondok Pesantren, menyediakan alat pengukur suhu, tempat cuci tangan dan penyemprotan Desimfektan dan terakhir mengambil langkah-langkah sesuai SP dan SOP Covid-19 bagi warga Pondok Pesantren yang mengalami gejala Covid-19,” katanya lagi.

reporter : Yal editor : Moentjak

BACA JUGA 

 

Facebook Comments

loading...