Polres Solok Selatan Amankan Ratusan Liter BBM dan 3 Alat Berat

Polres Solok Selatan Amankan Ratusan Liter BBM
Kasat Reskrim AKP.M.Rosyidi saat memperlihatkan hasil sitaan ratusan liter BBM.
Solok Selatan, SuhaNews – Polres Solok Selatan mengamankan tiga alat berat dan ratusan galon bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang diduga digunakan dalam aktivitas penambangan ilegal.
“Ilegal minning menjadi salah satu prioritas kepolisian,” ujar Kapolres Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto melalui Kasatreskrim AKP M. Rosyidi.
Upaya penanganan ilegal minning,  jelas M. Rosyidi, dilakukan dengan dua cara. Yakni preventif dan penindakan.  Di akhir tahun 2018,  pihaknya telah melakukan himbauan tertulis melalui brosur yang disebar kepada masyarakat, mulai dari daerah KPGD, Sangir dan daerah Sangir Batang Hari. Isinya tentang pelarangan dan dampak aktifitas ilegal minning.
Demikian juga dengan sosialisasi langsung kepada tokoh masyarakat, ninik mamak, dan komponen masyarakat lainnya.
“Polres juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya,” jelas  Kapolres Solok Selatan.
Di samping itu, jelas Kapolres, pihaknya juga mengirim surat tentang adanya aktivitas penembangan ilegal kepada Bupati Solok Selatan dan ditembuskan ke sejumlah dinas instansi terkait.
“Akhir tahun 2018 itu, satu unit alat berat jenis excapator merk Hitchi, berhasil diamankan,” paparnya.
Pada tahun 2019, upaya penanganan ilegal minning terus berlanjut. Di awal-awal tahun,  upaya yang dilakukan lebih banyak bersifat represif, karena waktu itu akan pemilu.
Saat itu dilakukan sosialisasi dan solusi ekonomi untuk para penambang, membagikan ribuan bibit tanaman ke masyarakat. Tujuannya, supaya masyarakat tidak lagi  bergantung ke usaha tambang ilegal ini.
“Pada April 2019, sejumlah penindakan dilakukan,” ujar Kapolres dalam jumpa pers akhir tahun.
Alur usaha tambang dari hulu sampai ke hilir kembali disisir. Sejumlah alat berat dan puluhan galon BBM, yang diduga untuk keperluan penambangan diamankan.
“Polres Solok Selatan mengamankan tiga unit alat berat dan lebih 200 galon BBM subsidi,” paparnya.
Dalam melakukan  pemberantasan ilegal minning ini,  Rosyidi mengakui timnya mengalami sejumlah hambatan. Seperti lokasi tambang yang jauh, medan yang sulit, biaya operasional tinggi, jumlah personil terbatas. Ditambah lagi dengan kegiatan penambangan yang sudah mnjadi budaya turun temurun di Solok Selatan.
“Penambangan yang berada di tanah ulayat sudah menjadi tumpuan hidup sebagian masyarakat Solok Selatan,” tambah Rosyidi..
“Beberapa hari terakhir kepolisian berhasil menyita puluhan jerigen BBM jenis Premium,” ujar Kasatreskrim ini.
reporter : ARD editor : Wewe

Facebook Comments

BACA JUGA  9 SLTA di Tanah Datar Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka
loading...