Sawahlunto, SuhaNews – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Sawahlunto berada di peringkat pertama kemiskinan terendah di Indonesia pada 2021 yakni 2,38 persen.
“Meski persentasenya naik daripada tahun 2020 yakni 2,16 persen, namun pertumbuhan kemiskinan Kota Sawahlunto terkendali, sehingga menempatkan Sawahlunto penduduk miskin terendah secara nasional di 2021 ini,” kata Wali Kota Sawahlunto Deri Asta.
Baca juga: Wako Hendri Septa; Angka Kemiskinan Turun Melebihi Target RPJMD
Walikota Deri Asta menyampaikan hal itu dalam rapat dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Senin, 3 Januari 2022 di Balaikota.
“Pandemi COVID-19 telah menimbulkan dampak secara sosial dan ekonomi masyarakat di semua kota dan kabupaten di Indonesia, begitu pula bagi Sawahlunto,” jelas Deri Asta.
Usaha dan pendapatan yang menurun berdampak terhadap pengeluaran warga dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka setiap bulan. Hasilnya tergambar dari pendataan yang dilakukan BPS.
“Kita didukung dengan program kerakyatan yang digagas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dukungan anggaran dari DPRD sehingga pertumbuhan kemiskinan masih terkendali,” jelas Deri Asta.
Jadi, rendahnya penduduk miskin Sawahlunto secara nasional di 2021, papar Walikota, tidak terlepas dari hasil kerjakeras semua pihak dengan program pengentasan kemiskinannya dan saran dari forkompinda dan dukungan DPRD.
Pada tahun 2021, jelas Deri Asta, hasil pendataan BPS, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sawahlunto juga memperlihatkan hasil memuaskan, yakni 72,88 atau naik dari tahun lalu 72,64.
“Ini gambaran dari Angka Harapan Hidup (AHH), rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah. Angka pengangguran juga turun dari 8,2 persen di 2020 menjadi 6,38 persen di 2021,” tambah Walikota Deri Asta. (*)
Baca juga: Mahasiswa Universitas Pertamina Bantu Mengentaskan Kemiskinan dan Ciptakan Lapangan Kerja



Facebook Comments