Solar Selangit Rakyat Menjerit

Oleh : Feri Fren (Widyaprada BBPMP Sumbar)
Feri Fren aSangat sedih sekali rasanya ketika melihat mobil dengan antrian Panjang mengular dengan waktu yang sangat lama demi mendapatkan BBM (Bahan Bakar Minyak). BBM yang banyak dibutuhkan masyarakat adalah jenis Pertalit dan Bio Solar, Karena BBM jenis ini diperlukan oleh angkutan umum, mesin-mesin, Alat berat termasuk juga kendaraan pribadi.

Hal ini tentu akan berdampak terhadap kurangnya produktifitas dan mengganggu kinerja. Dampak lainnya, melambungnya harga barang-barang di pasar.

Baca juga: Ungkap Penimbun BBM Subsidi, Polres Solok Kota Amankan 14 Derigen Solar

Kejadian ini sudah berlangsung lama jauh sebelum terjadinya perang teluk. Untuk menyelesaikan masalah ini sepertinya mengurai benang kusut, tidak tahu di mana ujung pangkalnya.

Sudahlah sulit, untuk mendapatkan BBM di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) kendaraan yang antri sangat banyak pula. Bahkan mobil-mobil tua yang kalau kita lihat sekilas tidak layak jalan banyak pula yang ikut antrian. Mereka membeli BBM untuk dijual lagi dengan harga yang lebih tinggi kepada pengecer minyak ketengan atau pengelola tambang dengan istilah yang kebih trend disebut melansir.

Mobil lansir minyak kebanyakan mereka memodifikasi ukuran volume tangki mobilnya menjadi ukuran yang lebih besar dari ukuran standar atau menggandakannya dengan tujuan untuk mendapatkan BBM yang jauh lebih banyak.

Mereka sudah antri sekitar 6 jam sebelumnya atau di larut malam untuk bisa berada di posisi depan.

Akibatnya mobil pribadi yang butuh BBM sulit untuk mendapatkannya.

Agar mobil bisa berjalan, terpaksa harus dibeli di pedagang eceran, harga solar ada yang 12.000 rupiah per liter bahkan ada yang 16.000 rupiah/liter.

Harga yang selangit itu membuat rakyat menjerit bila dibandingkan dengan membeli langsung di SPBU yang hanya 6.800 per liter.

BACA JUGA  Kecelakaan Beruntun, Truk Blong Rem Hantam 6 Kendaraan di Jalan Solok Padang

Yang lebih menyedihkan, harga solar pengecer di katrol lagi oleh pemain tambang untuk mengoperasikan alat beratnya.

Alhamdulillah, dengan adanya razia yang dilakukan oleh aparat keamanan saat ini untuk mendapatkan BBM sudah mulai tidak sulit lagi. Mudah-mudahan hal ini bisa berlanjut terus. Semoga.

Baca juga: Pertamina Berlakukan Solar Subsidi dengan QR Code di 234 Wilayah

Facebook Comments

Google News