Salayo, SuhaNews. Peduli dengan nasib Rehan, yang harus menjalani operasi mencabut paku di kepala, pemuda-pemudi Salayo menggalang donasi hingga terkumpul 17 juta.
Rusli (34) tak pernah menyangka bakal dapat musibah, jika anak kesayangannya Rehan harus menderita akibat paku yang tertancap dikepalanya.
Derita warga jorong Sawah Suduk nagari Salayo kecamatan Kubung Kab. Solok ini bermula saat keluarga kecil ini hendak berwisata ke Puncak Payo, yang kemudian istirahat disebuah warung.
Bocah 1 tahun 8 bulan ini kepalanya terkena paku saat duduk di “palanta” yang jarak bambu sandarannya lebar, sehingga kepala Rehan terjepit diselanya. Kejadian pilu ini terjadi pada 15 Desember 2020 lalu
Rehan terjatuh, sementara dibawah palanta tersebut ada tumpukan paku. Salah satu dari paku tersebut menusuk kepala yang mengenai otak Rehan yang tak memungkinkan dicabut langsung menggunakan tangan.
Rusli pun segera melarikan Tehan ke rumah sakit, namun rumah sakit di Solok belum mampu menanganinya, Rehan pun di rujuk ke RSUP M Djamil Padang. Kendalanya adalah biaya tidak. Ayah dari tiga anak inipun bingung untuk mendapatkan biaya operasi putra bungsunya.
Mendengar kabar duka keluarga Rusli ini, Nofrial (Yal Subrata) berkoordinasi dengan Ikatan Pemuda Pemudi Salayo (IPPS) yang kemudian menggalang donasi.
Dimotori oleh Nofrial, serta Ricke Intan Sati dan Mora Rajo Kando serta pemuda Salayo lainnya, donasi dihimpun secara online melalui media sosial. Selain donasi online, pemuda-pemudi Sawah Suduk nagari Salayo juga bergerak sebagai bentuk kepedulian untuk Rehan.
“Alhamdulillah, terkumpul donasi sebesar 17 juta dan sudah kita serahkan kepada Rusli untuk pengotan Rehan,” ujar Yal Subrata kepada SuhaNews.

Mewakili keluarga Rusli dan IPPS Yal Subrata mengucapkan terima kasih kepada semua donatur yang telah turut prihatin atas musibah yang menimpa Rehan. “Semoga ini menjadi ladang amal bagi kita semua, dan Rehan segera pulih seperti semula,” ulas Yal. Moentjak
Baca Juga :



Facebook Comments