4 Balon Wako Solok, Berebut Rekomendasi Menjelang Garis Finis

BALON
Solok, SuhaNews. Peta politik Kota Solok berubah. Ada fenomena unik dan menarik. Partai tidak mendukung kadernya. Suara partai terpecah. Empat pasang balon (bakal calon) Wali Kota Solok justru berhasil saling ‘curi’ dukungan partai.

Yutris Can- Irman Yefri Adang yang  digadang-gadang bakal diusung Partai Golkar, PAN dan Demokrat, perkembangan terakhir PAN justru tidak memberikan rekomendasi kepada pasangan ini. Sekalipun Irman Yefri Adang adalah kader PAN yang duduk sebagai anggota DPRD 2014-2019.

Informasi yang berkembang PAN justru bakal menyerahkan rekomendasinya kepada balon teranyar Zul Elfian-Ramadhani Kirana Putra. Jika ini benar, maka petahana ini akan didukung oleh Partai Nasdem, PKS dan PAN. Sekalipun Dr. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM  ini adalah kader Partai Golkar.

Ramadhani Kirana Putra saat ini masih duduk sebagai anggota DPRD Kota Solok bersama sang Ketua Golkar Yutris Can. Dengan demikian suara Yutris Can- Irman Yefri Adang, yang merupakan kader Golkar dan PAN akan terpecah. Pasangan petahana dan anggota DPRD ini berhasil mencuri perhatian warga Kota Solok.

Politik Kota Solok memang sangat dinamis. Tidak selamanya Partai mendukung kader sendiri.  Elektabilitas kadang menjadi alasan utama, sekalipun hasil survey tersebut kadang tidak diketahui oleh publik. Apalagi kalau memang ini terjadi, berarti bukan hanya Irman Yefri Adang yang tidak mendapatkan asupan dari partainya. Ismael Koto sudah terlebih dahulu  ditinggalkan partai.

Balon
Pasangan Balon Ismael Koto dan Edi Candra sementara menduduki peringkat tertinggo poling SuhaNews.

Bahkan di Gerindra, jabatan Ismael Koto sebagai Ketua DPD Kota Solok pun dialihkan kepada ketua baru. Namun Ismael Koto-Edi Candra tidak menyerah. Pasangan ini disambut oleh Partai Hanura dan PBB, yang sama-sama memiliki dua kursi, terpenuhi syarat untuk mendaftarkan diri ke KPU pada 4-6 September 2020 ini.

Reinier- Andri Maran termasuk yang nyaman lebih awal dari segi pembalonan karena empat partai PKP Indonesia, PDI Perjuangan, PPP, dan Partai Gerindra memberikan dukungan pada pasangan petahana ini. Reinier sekarang masih menjabat Wakil Wali Kota Solok, mendampingi Zul Elfian.

Perpisahan Zul Elfian dengan Reinier pada periode kedua tidak lagi mengejutkan karena dalam 20 tahun terakhir, sejak era reformasi, tidak ada pasangan yang bertahan di Kota Solok. Masing-masing hanya berpasangan selama satu satu periode, periode kedua sang wakil sudah ikut bertarung mendapatkan BA 1 P. Setidaknya dua pilkada terakhir, langkah ini sukses dijalankan.

kejut

Sebelumnya Irzal Ilyas adalah wakil Wali Kota bersama Syamsu Rahim, ia terpilih menjadi Walikota Solok periode berikutnya bersama Zul Elfian sebagai wakil. Ketika Zul Elfian maju, Buya pun berhasil mendapatkat BA 1 P hingga sekarang.

Sekarang Zul Elfian dan Reinier pun tidak lagi berpasangan, keduanya maju sebagai balon dari kubu berbeda dan partai berbeda. Reinier mendapat dukungan empat partai, untuk sementara termasuk partai pendukung terbanyak dari empat pasangan balon wali kota.

Namun tentu tidak mudah untuk menaklukkan warga Kota Solok karena empat pasangan balon termasuk kandidat yang sudah tersohor semuanya. Basis masing-masing balon tentu sudah ada. Tinggal memperkuat posisi dengan mendulang suara dari TPS lain.

Saling curi dukungan partai mengiringi empat balon ke KPU Kota Solok. Bagaimanapun setiap balon justru bertarung dengan partai sendiri. Suara Golkar terpecah, karena ada dua kader yang maju, suara PAN terbagi karena rekomendasi justru beralih, pemilih Gerindra akan mengalami hal yang sama karena dukungan justru diberikan kepada non kader.

Tapi pilkada itu kadang seperti bermain bilyar,  sulit ditebak arah bola. Hanya pemain jitu yang mampu menempak bola dengan tepat. Setidaknya dalam dua hari ini masih harus sabar, balon manakah yang diusung oleh Partai Politik di Kota Solok Serambi Madinah ini. Wewe

BACA JUGA :

 

Facebook Comments

loading...