SuhaNews | “Berangkat dari Jember, Masi kosong” demikian tulis Andi Lubis di laman facebooknya, Senin 17 Agustus 2026. Ia menggambarkan kondisi bus PO. ALS dengan nomor pintu 02 yang dikemudikannya dari kota Jember propinsi Jawa Timur menuju Medan propinsi Sumatera Utara, yang bukan hanya bus AKAP tetapi juga antar pulau.
Deretan bangku bus kosong tanpa penumpang diposting dengan caption tersebut diatas. Sehari sebelumnya ia juga memposting tentang penundaan keberangkatan karena ketiadaan penumpang. Yang dilanjutkan dengan postingan reel video yang memperlihatkan bus yang memakai body Celcius garapan karoseri Rahayu Santosa yang lamounya sudah memakai lampu Skyliner ini tengah mengisi solar di salah satu SPBU diiringi dengan suara mengajak calon penumpang untuk tujuan Bandar Lampung, Palembang, Pekanbaru hingga Medan.

Andi dengan bus PO. ALS 02 hanya sebagian kecil gambaran kondisi yang lakoni awak bus antar pulau saat ini, bus yang yang memiliki rute lebih dari 2.825 km ini (info google maps) menempuh perjalanan Lintas Timur dan Tengah Lintas Sumatera. Dari Medan bus akan melewati Lintas Timur menuju Pekan Baru dan keluar di Kiliran Jao Sumatera Barat untuk seterusnya menempuh rute Lintas Tengah, Muaro Bungo – Lubuk Linggau – Prabumulih menuju Bandar Lampung.
Kondisi sepi penumpang bahkan nyaris nol penumpang, bukan kali ini atau hanya oleh bus ALS 02 saja. Apalagi di pertengahan tahun seperti sekarang, bukan waktu bagi perantau untuk berangkat dan pulang ke kampung halaman.
Biasanya awak bus mengandalkan sewa yang naik turun di jalan, dengan tarif flexibel tergantung negosiasi dengan penumpang. Begitu juga dengan paket, tarifnya dinegosiasikan berdarakan ukuran, berat dan jarak tempuh. pulau pulau pulau pulau
Hasil dari penumpang di jalan dan paket inilah yang menutupi biaya perjalanan dari Jember menuju Medan. Ketangguhan dan kelihaian awak bus ALS menyikapi kondisi tersebut sudah menjadi ceruta umum dikalangan pemerhati dan pecinta bus.

Derita itu diperparah lagi dengan sulitnya mendapatkan solar terutama sepanjang lintas Sumatera. Hingga harus antri berjam-jam bahkan tak jarang juga sampai seharian hanya untuk mendapatkan solar.
Berita Terkait :



Facebook Comments