Solok, SuhaNews. Diliburkannya para pelajar di Kabupaten Solok dan Kabupaten Sijunjung sebagai dampak dari Pandemi Covid-19, membuat para pelajar jorong Sarik Laweh nagari Sumiso yang “merantau” pulang kampung sejak 15 Maret 2020 yang lalu. Untuk terus belajar merekapun mencari pohon signal.
Seperti pelajar lainnya, selama dirumahkan mereka juga dibebani tugas dan materi pelajaran yang disampaikan guru secara online. Disinilah masalah bermula. Jorong yang berada disudut Kabupaten Solok ini hampir bisa dibilang blank spot, tak ada signal internet.
“Ada signal disalah satu titik, namun itu didapat setelah memanjat pohon setinggi 15 meter,” ujar Ilham salah satu putra jorong Sariak Laweh kepada SuhaNews, Kamis (24/4).
Sejak menemukan signal diatas pohon ini, Ilham dan beberapa teman lainnya setiap hari naik pohon ini demi pelajaran mereka. Disalah satu cabang pohon, mereka membangun sebuah palanta, sehingga menjadi lebih mirip rumah pohon.
“Namun kapasitasnya terbatas, sehingga kami harus bergantian untuk naik dan menyelesaikan tugas diatas pohon tersebut,” ulas Ilham.
Sementara itu Kepala Jorong Sariak Laweh, Bustari, kepada SuhaNews mengungkapkan rasa prihatin dan cemasnya melihat anak-anak yang belajar diatas pohon. Karena hal itu sangat berisiko untuk mereka, namun apa boleh buat sotuasi yang membuat seperti ini, di penghujung pembicaraan bustari berharap semoga hal seperti ini ada jalan terbaik hendaknya.
SuhaNews yang mengkonfirmasi kondisi kepada Syaiful ST, MT selaku ketua monev PSBB kecamatan Tigo Lurah dari Gugus Tugas Covid-19 Kab. Solok, mengatakan kondisi ini akan menjadi catatan bagi tim untuk dilaporkan kepada Bupati Solok.
“Selain di Sariak Laweh, dibeberapa tempat lainnya di Tigo Lurah kami menemui kondisi serupa dan ada yang lebih parah. Ini akan jadi masukan dalam penerapan PSBB di Kabupaten Solok khususnya kecamatn Tigo Lurah,” ujar Syaiful.
Baca Juga : Sariak Laweh Gelar “Bakaua” Cegah Covid-19
Sebagai gambaran, Sarik Laweh adalah bagian dari nagari Sumiso kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok. Namun untuk sampai ke Sarik Laweh kita harus melewati nagari Lubuk Tarok kabupaten Sijunjung.
Dari Lubuk Tarok lah perjuangan berat menempuh jalan tanah sepanjang 13 km, saking buruknya jalan jarak ini ditempuh dengan waktu 5-6 jam sepeda motor. Waktu akan bertambah jika musim hujan.
Sepeda motor yang dipakai pun biasanya dimodifikasi agar mampu menmbus medan yang berat ini.
Untuk jarak dari Sarik Laweh ke Tanjung Balik sebagai ibukota nagai Sumiso, warga harus berjalan kaki sejauh 18 km. Belum lagi jarak dari Tanjung Balik ke Batu Bajanjang sebagai ibukota Tigo Lurah, saat masyarakat harus berurusan administrasi.
Semoga Sarik Laweh cepat terbebas dari terisolir dan dapat menikmati kemajuan seperti nagari lainnya di Kabupaten Solok.
reporter : Budiman | Lim editor : Moentjak
Baca Juga :



Facebook Comments