Arosuka, SuhaNews – Dalam rangka meninjau langsung lokasi terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Bukit Tandang dan Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam RI, Brigjen TNI Frenky E. Riupassa, S.Sos., M.Han, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis, 21 Agustus 2025.
Kunjungan ini diikuti oleh Wakil Bupati Solok, H. Candra, Kepala Bidang Kerjasama Pertahanan Kemenko Polhukam, Kolonel Arh. Anang Hasto Utomo, S.I.P., M.Han., Perencana Ahli Muda Tunggul Ganggas Danisworo, serta Pengadministrasi Perkantoran Dian Pratiwi.
Baca juga: 14 Hari Penanganan, Status Tanggap Darurat Karhutla Kabupaten Solok Diturunkan
Di samping itu, juga hadir Camat X Koto Diatas Neni Amelia, S.STP, Sekretaris Wali Nagari Paninggahan, Kalaksa BPBD Kab. Solok Drs. Iwan Effendy, Kasdim 0309 Solok, P. Simanjorang, KPHL Solok dari Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat Bakrinaldi, serta perwakilan BKSDA Polhut Sumbar, M. Candra.
Wakil Bupati Solok, Candra mengapresiasi perhatian pemerintah pusat, khususnya Kemenko Polhukam RI, terhadap upaya penanggulangan bencana Karhutla di Kabupaten Solok.
“Alhamdulillah, pada hari ini Pemerintah Kabupaten Solok menerima kunjungan Bapak Brigjen TNI Frenky E. Riupassa untuk meninjau langsung lokasi lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan pada 18 Juli 2025 lalu yang dipicu oleh kemarau panjang yang telah berlangsung selama empat bulan,” ungkap Wabup Solok.
Pasca kejadian Karhutla, Pemkab Solok bersama Forkopimda segera menetapkan status Darurat Bencana Karhutla, yang setelah 14 hari penanganan intensif, diturunkan menjadi Siaga Darurat Bencana.
“Pemerintah daerah terus berupaya maksimal agar kebakaran tidak meluas dan kerusakan lingkungan dapat diminimalkan,” tambah Candra.
Brigjen TNI Frenky E. Riupassa dalam keterangannya menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari tugas Kemenko Polhukam sebagai bagian dari Satgas Des Karhutla, guna memantau langsung penanganan Karhutla di lapangan.
“Kami hadir hari ini di Bukit Paninggahan untuk memonitor langsung titik-titik api. Ini adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam memastikan penanganan Karhutla berjalan baik,” ujar Brigjen TNI Frenky E. Riupassa.
Ia juga menegaskan pentingnya langkah-langkah antisipatif dan mitigatif untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, tidak hanya di Solok, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia yang rawan Karhutla.
“Semoga dengan turunnya hujan serta kerja keras tim di lapangan, kebakaran ini dapat segera teratasi. Mari kita jaga kelestarian alam demi keberlangsungan hidup generasi mendatang,” pungkas Brigjen TNI Frenky E. Riupassa. Wewe
Baca juga: Korban Kebakaran di Tanjuang Bingkuang Terima Bantuan dari Kementerian Sosial



Facebook Comments