spot_img

Ramadhan 1447 H, Hukum Tadarus Setelah Tarwih

Ramadhan 1447 H, Hukum Tadarus Setelah Tarwih

oleh Zulfatmai, S.Ag, Penghulu Madya Kantor Kemenag Kabupaten Solok

Tadarus adalah kegiatan membaca Al Qur’an yang dilakukan secara bergantian dalam satu majelis dan lazim dilakukan oleh jemaah di Masjid / Musala, rumah dan kantor. Meski banyak mubaligh yang menganjurkan untuk melakukan kegiatan ini, tak banyak yang mengupas tentang apa itu Tadarus.
01804 zulfatmai a
Zulfatmai, S.Ag, Penghulu Madya Kantor Kemenag Kab. Solok

Tadarus berasal dari akar kata د ر س (darasa = belajar / mempelajari). Kata تَدَارَسَ — يَتَدَارَسُ — تَدَارُسًا باب تَفَاعَلَ — يَتَفَاعَلُ — تَفَاعُلًا yang berrati Makna (arti) dan Bab تفاعل
biasanya memberi makna: Musyārakah (saling / bersama-sama) dan ada interaksi dua pihak atau lebih.

Membaca Al-Qur’an pada bulan Ramadhan dikenal dengan bertadarus, selalu disampaikan oleh mubaligh dan ulama terutama dalam ceramah Ramadhan. Dasar anjuran ini adalah hadits Nabi saw yang diriwayatkan oleh Bukhari :

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ
وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

Artinya, “Dari Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah saw adalah manusia yang paling lembut terutama pada bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril as menemuinya, dan adalah Jibril mendatanginya setiap malam di bulan Ramadhan, dimana Jibril mengajarkannya Al-Quran. Sungguh Rasulullah saw orang yang paling lembut daripada angin yang berhembus.” (HR. Bukhari).

Rasulllah saw karena pada bulan ini beliau akan diajari malaikat Jibril tentang Al-Qur’an. Dari hadits di ini para ulama menjadikannya sebagai dalil anjuran bertadarus Al-Qur’an pada bulan Ramadhan.

Hukum Tadarus

Hukum tadarus setelah tarawih atau sesudah melaksanakan salat lima waktu di bulan Ramadhan sangatlah dianjurkan, hal ini merujuk pada Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA bersabda:

BACA JUGA  Diresmikan Bupati, Tanah Datar Miliki Rumah Tahfizh Kelas Orang Tua

“Barang siapa yang memeriahkan bulan Ramadhan dengan ibadah; (dan dilaksanakan) dengan penuh keimanan serta keikhlasan, maka akan diampuni dosanya yang sudah lalu.” (Shahih Bukhari, h.1870).

Tata Cara Tadarus

1. Menetapkan Niat
Mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengambil pelajaran serta manfaat dari ajaran-ajaran Al-Qur’an.

Dengan menetapkan niat secara tulus dan ikhlas sejak awal, diharapkan kamu nantinya dapat mencapai tujuanmu tersebut.

2. Berwudu

Selain itu, menjaga kesucian diri dengan berwudu juga merupakan salah satu bentuk tindakan memelihara kitab suci Al-Qur’an.

Tata cara tadarus ini pun terkandung dalam Q.S Al-Waqiah ayat 77-79 yang artinya :

“Dan (ini) sesungguhnya Al-Qur’an yang sangat mulia, dalam Kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfudz) tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan.”

3. Memulai dengan Kalimat Taawuz dan Bismillah
Di samping itu, berdoalah kepada Allah SWT agar memperoleh bimbingan dan diberi kemudahan dalam membaca maupun memahami makna ayat-ayat Al-Qur’an.

4. Mengikuti Aturan Tajwid

5. Membaca dengan Tadabur

Tadabur adalah adalah memikirkan makna yang terkandung. Artinya, cobalah untuk memahami dan menelaah pesan dari setiap bacaan ayat Al-Qur’an yang ingin disampaikan oleh Allah SWT.

Manfaat Tadarus
Dilipatgandakan Pahalanya, hal tersebut didukung oleh hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah di mana Rasulullah SAW bersabda yang artinya :

“Siapa saja yang membaca satu huruf Al-Qur’an, maka ia akan memperoleh satu kebaikan (pahala) dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan bahwa ‘Alif Lam Mim merupakan satu huruf, namun ‘Alif’ adalah satu huruf, ‘Lam’ adalah satu huruf, serta ‘Mim’ adalah satu huruf.” (HR At-Tirmidzi).

Memperoleh Syafaat dan Kemuliaan di Akhirat Kelak. Hal ini terkandung dalam hadis berikut ini.

BACA JUGA  Nelayan di Padang Ditangkap Karena Narkoba 19 Paket Sabu Jadi BB

“Siapa yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isi kandungannya, dianugerahkan kedua ibu bapaknya mahkota di hari kiamat. Cahayanya lebih baik dari cahaya matahari di rumah-rumah yang ada di dunia. Jika demikian itu matahari ada di rumahmu (dipenuhi dengan sinarnya), maka apa keraguanmu terhadap yang beramal dengan ini (Al-Qur’an).” (HR. Abu Daud).

Dinaikkan Derajatnya, Hal tersebut tertuang dalam sabda Rasulullah SAW, yaitu:

 “Sesungguhnya Allah SWT akan menaikkan derajat orang-orang yang membaca Al-Qur’an, pada hari kiamat. Orang yang baik bacaannya akan memperoleh tempat bersama para malaikat yang mulia dan diberikan kedudukan tinggi. Sedangkan, orang yang terbata-bata dalam membaca Al-Qur’an dan merasa kesulitan akan mendapatkan dua pahala.” (HR Muslim).

Melindungi dari Kesesatan. Sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah di dalam Q.S Thaahaa:123, seperti berikut ini.

“Maka apabila datang kepadamu petunjuk daripada-Ku (wahai manusia), kemudian barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya ia tidak akan sesat dan celaka.”

Semoga bahasan singkat ini menambah motivasi kita untuk selalu mendalami ilmu Al Qur’an melalui Tadarus.

Baca Juga :

Facebook Comments

Google News