Ramadhan 1447 H, 3 Amal Yang Dicintai Allah

3 Amal Yang Dicintai Allah

oleh : H. Hadi Sulman, S.Ag, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kantor Kemenag Kab. Solok

Ramadhan adalah bulan penuh berkah, dimana di bulan ini Allah memberikan kesempatan seluas-luasnya pada umat Islam untuk beribadah dan beramal, bahkan ibadah sunat pahalanya luar biasa yang dijanjikan Allah.

Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari yang artinya :
Dari “Abdullah bin Mas’ud RA, ia berkata : Aku pernah bertanya kepada Nabi SAW tentang amal yang paling dicintai Allah SWT, Beliau Nabi SAW menjawab : “Shalat pada waktunya”, Ibnu Mas’ud berkata : lalu apa lagi ?, beliau menjawab : “Berbuat baik kepada kedua orang tua”, Ibnu Mas’ud berkata : lalu apa lagi ?, beliau menjawab : “Jihad di jalan Allah” ( HR.Bukhari)

1. Shalat pada waktunya (di awal waktu)
Shalat termasuk ibadah Mahdhah / ritual, yaitu sejumlah ibadah ritual yang telah ditentukan Allah SWT dan Rasul-Nya untuk menyembah Allah SWT.

Sebagai salah satu ibadah mahdhah/ritual, shalat memiliki nilai-nilai dimensi sosial yang harus ditampakkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan kesempurnaan pelaksanaan ibadah mahdhah dalam Islam tidak hanya dinilai dalam bentuk kesempurnaan tata cara (pelaksanaannya), namun juga dinilai dari sejauhmana nilai-nilai ibadah tersebut memberikan pengaruh terhadap perilaku sosial.

Ibadah shalat, dari segi waktu kita dilatih untuk disiplin waktu dan ketika berjamaah kita dilatih pula untuk berkomunitas dengan seorang pemimpin yang diikuti bersama. Nilai disiplin waktu yang dicerminkan dari shalat di awal waktu hendaknya mampu merobah kebiasaaan molor menghadiri pertemuan dari waktu yang telah ditentukan dan kegiatan lainnya.

Dlam QS. Al-Mukminun (23) ayat 9 :
Artinya : Dan orang-orang yang memelihara shalatnya…..

Memelihara shalat, dari segi waktunya, sahalat diawal waktu jauh lebih utama (afdhal) daripada shalat di penghujung waktu. Dari segi kontiniutasnya dan rutinitasnya, shalat harus dipelihara betapapun kesibukan yang kita hadapi.

BACA JUGA  Kepala Satpol PP Kota Padang Dilantik Gubernur jadi Karo Adpim Setda Sumbar

2. Berbuat baik kepada kedua orang tua
Berbuat baik atau berbakti kepada kedua orangtua merupakan perintah agama, yang secara kronologis dalam struktur ayat Alqur’an jatuh setelah perintah menyembah kepada Allah SWT.

Firman Allah SWT dalam QS. Al-Isra’ ayat 23 :
Artinya : Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.

Perintah berbuat baik kepada kedua orangtua dalam Alqur’an ada yang dirangkai setelah perintah bersyukur dan menyembah kepada Allah SWT.
Firman Allah SWT dalam QS. Luqman ayat 14 :

Artinya : Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah, dan menyapihnya dalam 2 tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

Dengan begitu dapat dipahami bahwa betapa pentingnya berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tua, sehingga perintah itu disebut setelah perintah menyembah dan bersyukur kepada Allah SWT. Setelah kekuasaan Allah SWT Yang Maha Menciptakan, kedua orang tualah yang menjadi perantara kelahiran kita di dunia dan keduanya juga yang telah merawat, membesarkan dan mendidik kita sejak kecil hingga dewasa.

3. Jihad di jalan Allah SWT
Jihad berasal dari kata JUHDUN yang berarti mengerahkan segenap usaha dan tenaga. Jihad juga berasal dari kata JAHDUN yang berarti kesungguhan. Jadi jihad berarti melakukan segenap aktifitas positif secara sungguh-sungguh dan benar dengan menggerakkan segenap upaya dan tenaga dengan cara yang benar.

Jihad adalah respon terbaik yang diberikan seorang muslim terhadap situasi dan kondisi yang dihadapinya.

Nabi SAW menganjurkan agar setiap muslim melakukan setiap kerja dengan semangat jihad dan menyatalan jihad sebagai salah satu amal terbaik, sebagaimana Sabda Nabi SAW :

BACA JUGA  Senator Sylviana Murni Saksikan BPJamsostek Serahkan Santunan 7,5 Milyar pada Ahliwaris

Rasulullah SAW ditanya seorang sahabat, amalan-amalan yang paling utama ? Beliau bersabda :”Beriman kepada Allah”, sahabat bertanya lagi, kemudian apa? Rasulullah SAW bersabda :”Jihad pada jalan Allah”, sahabat bertanya lagi, kemudian apa lagi ? Rasulullah SAW bersabda : “Haji mabrur “ (HR. Bukhari dan Muslim)

Ruh jihad dalam bekerja berarti memobilisasi dan mengoptimalkan segenap potensi di jalan Allah SWT untuk kebaikan setiap orang. Ini menuntut kesabaran dan ketekunan, kegigihan, pantang meninggalkan pekerjaan sebelum selesai.

Firman Allah SWT Qs. Ali Imran ayat 200 :
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah, tabahlah (menghadapi musuh-musuhmu), siaga-siagalah dan bertakwalah kepada Allah agar kamu menang (dalam menghadapi musuh-musuhmu)

Ruh jihad menolak setiap bentuk ketidakcermatan, ketidakefisienan dan ketidakprofesionalan dalam mengelola sumber daya yang dimiliki
Ruh jihad menolak setiap sikap lemah, malas dan kurang serius, mengandalkan kemampuan orang lain

Dengan ruh jihad, setiap muslim akan mampu mengukir prestasi dengan penuh kegairahan, kemudahan secara pasti akan mengembalikan harga dirinya sehingga disegani oleh umat lain. amal amal amal amal

Firman Allah SWT Qs. Allmunafiqun ayat 8 :
Artinya : Mereka berkata : sesungguhnya apabila kita telah kembali ke Madinah, orang yang kuat akan mengeluarkan orang yang lemah (daripadanya). Kekuatan itu kepunyaan Allah dan rasul-Nya, tetapi orang munafik tidak mengetahuinya.

Bekerja dengan sungguh-sungguh (jihad) merupakan salah satu diantara berbagai nilai atau etika. Bekerja yang dianjurkan oleh Islam agar manusia memperoleh kemajuan yang dalam bahasa agama disebut dengan istilah JIHAD. Orang yang berjihad di jalan Allah SWT akan memperoleh petunjuk jalan Allah SWT.

Firman Allah SWT dalam QS. Al-Ankabut ayat 69 :
Artinya : Dan orang-orang yang berhijrah untuk (mencari keridhaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat baik

Semoga kita menjadi umat yang mendapat petunjuk dan mampu menjalankan amalan-amalan sebagaimana yang diajarkan Rasulullah.

BACA JUGA  Tarhib Ramadhan Keluarga Besar MTsN 2 Solok

Baca Juga :

Facebook Comments

Google News