Rano Karno Pulang Kampung ke Pasaman, Penulis Tokoh Si Doel Itu Orang Solok

SuhaNews | Aktor dan politikus yang kini menjabat Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno pulang kampung ke Bonjol Kabupaten Pasaman, kehadirannya disambut hangat oleh semua kalangan mulai dari Pemerintah Kabupaten Pasaman sampai masyarakat dan keluarga dari almarhum ayah Rano Karno sendiri tentunya.

Kehadiran Rano Karno di Ranah Minang lebih antusias disambut sebagai aktor yang memerankan banyak film sejak era 70an hingga sinetron Si Doel Anak Sekolahan yang melegenda sejak tahun 1990 hingga kini. Bahkan Rano Karno lebih akrab disapa Bang Doel sejak ia memerankan sinetron yang jadi tontonan utama pemirsa TV para era 90an silam, sampai cuplikan sampai edisi ulang yang di upload di berbagai akun youtube masih tinggi tingkat kunjungannya, salah satu bukti kekuatan kualitas sinetron yang diproduksi Rano Karno dibawah bendera Karno’s Film tersebut.

Bonjol, nagari di Kabupaten Pasaman merupakan tanah kelahiran ayah Rano Karno, Soekarno M. Noer yang juga dikenal sebagai aktor yang melahirkan banyak film serta penghargaan.

Sinetron Si Doel Anak Sekolahan yang digarap Rano Karno bersama Karnos Film, dengan bertindak sebagai pemain utama sekaligus sutradara di adopsi dari cerita rakyat Si Doel Anak Betawi yang dikarang oleh Aman Datuk Majoindo.

Aman yang menghidupkan tokoh Si Doel sebagai anak asli Betawi dalam karyanya yang kemudian fenomenal, Aman Datuak Majoindo berasal dari Supayang, nagari yang saat ini masuk dalam kecamatan Payung Sekaki Kabupaten Solok.

Dikutip dari Wikipedia, Aman memulai karir sebagai sastrawan saat bekerja di Balai Pustaka tahun 1920. Ia bekerja di tim redaksi bahasa Melayu bersama dengan Sutan Iskandar, Tulis Sutan Sati, Sutan Muhammad Zein dan Sutan Pamuntjak. Aman Datuk berhenti bekerja di Balai Pustaka pada tanggal 30 Juni 1958. Pada awal masuk Balai Pustaka, Aman pertama kali bekerja sebagai sebagai korektor, sebelum menjadi ajudan redaktur dan kemudian redaktur. Dia juga pernah menjabat direktur penerbit Balai Pustaka.

BACA JUGA  Hebat, Siswa MAN 2 Bukittinggi Kembali Raih Prestasi Tingkat Sumbar

Selain Si Doel Anak Betawi, ada 20 buku yang tekah ditulis oleh Aman Datuak Madjoindo serta karya Melayu lama berbentuk syair dan hikayat. Syair-syairnya antara lain Syair Si Banto Urai (1931) dan Syair Gul Bakawali (1936). Karya-karya yang berbentuk hikayat adalah Cerita Malin Deman dan Puteri Bungsu (1932), Cindur Mata (1951), Hikayat Si Miskin (1958), Hikayat Lima Tumenggung (1958).

Mantan Kepala BNPT Boy Arfli Anwar, purnawirawan Polisi yang pernah menjabat sederet posisi startegis di POLRI mulai dari Kapolresta Padang sampai Kapolda merupakan cucu dari Aman Datuk Majoindo

Berita Terkait :

Facebook Comments

Google News