Pariaman, SuhaNews – Dalam rangka mewujudkan visi Kota Pariaman sebagai “Blue Green City”, Walikota Pariaman diwakili Asisten Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I), Elfis Chandra buka sosialisasi pembentukan bank sampah, Kamis (16/4) di Balairung Pendopo Walikota Pariaman.
Sosialisasi ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan visi Kota Pariaman sebagai “Blue Green City” serta menjawab tantangan penutupan sistem pembuangan terbuka di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tungkal Selatan, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman.
Baca juga: Bunda Lingkungan Hidup Sosialisasikan Operasional Bank Sampah di Singkarak
“Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah langsung dari sumbernya,” ujar Elfis Chandra.
Sampah adalah isu global yang mendesak. Pengelolaan yang buruk akan merusak ekosistem dan membahayakan kesehatan masyarakat.
“Kota Pariaman menghadapi tantangan serius terkait pengelolaan sampah, terutama dengan adanya sanksi administratif untuk menutup sistem pembuangan terbuka di TPA Tungkal Selatan,” ujarnya.
Sosialisasi pembentukan bank sampah ini dihadiri oleh 130 peserta yang terdiri dari perwakilan OPD teknis, Lurah, Kepala Desa, BPD, LPM, hingga penggerak PKK dan Dasawisma dari 10 desa/kelurahan percontohan.
“Langkah ini didasari oleh landasan hukum yang kuat, mulai dari UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah hingga Program Unggulan Wali Kota Pariaman 2025-2030 yang berfokus pada pembangunan kota berbasis lingkungan atau Pariaman Blue Green City,” tambahnya.
Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta mengenai pentingnya pengelolaan sampah di tingkat sumber, mengubah paradigma masyarakat agar melihat sampah sebagai sumber daya ekonomi yang dapat menambah pendapatan dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memilah, mengumpulkan, dan menyetorkan sampah anorganik ke Bank Sampah.
Kehadiran Syaprudin Islami, Ketua Asosiasi Bank Sampah Indonesia Sumatera Barat/Dosen Universitas Tamansiswa Padang, sebagai narasumber ahli diharapkan menjadi pemicu terbentuknya unit-unit Bank Sampah baru di setiap desa dan kelurahan, sehingga volume sampah yang masuk ke TPA dapat berkurang. (*)
Baca juga: Universitas Paramadina Kolaborasi dengan Bank Sampah Melati untuk Pengelolaan Limbah Rumah Tangga





Facebook Comments