Pariaman, SuhaNews – Dalam rangka menyiapkan Kader Hafiz Al-Qur’an, Imam, Khatib, dan Mubalig Desa, sebanyak 15 Kepala Desa di Kota Pariaman menandatangani perjanjian kerjasama dengan Yayasan Al-Mughny, Selasa (5/5/2026) di Ruang Rapat Wali Kota Pariaman.
Penandatangan perjanjian kerjasama merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Pariaman dengan Yayasan Al-Mughny.
Baca juga:Â Lindungi Pekerja Informal, Wali Kota Payakumbuh Kukuhkan 83 Kader GALAMAI
Adapun 15 Desa yang menandatangani perjanjian kerjasama tersebut adalah, Desa Pauh Barat, Desa Cimparuah, Desa Batang Tajongkek, Desa Marunggi, Desa Sikabu, Desa Rambai, Desa Sungai Kasai, Desa Apar, Desa Sikapak Timur, Desa Koto Marapak, Desa Cubadak Mentawai, Desa Kampung Tangah, Desa Rawang, Desa Cubadak Air, dan Desa Tungkal Selatan.
Penandatanganan tersebut disaksikan Wali Kota Pariaman Yota Balad diwakili oleh Asisten I Elfis Candra, dan dihadiri oleh Ketua Pembina Yayasan Al-Mughny Pariaman Mukhlis Rahman, Ketua Yayasan Al-Mughny Pariaman Jamohor, dan Kepala Kantor DPMD Kota Pariaman Ahadi Nugraha.
Elfis Candra menyampaikan terima kasih dan apresiasi dari Wali Kota Pariaman Yota Balad kepada Yayasan Al-Mughny, yang sudah bersedia membantu Pemerintah Daerah Kota Pariaman dalam menjalankan program unggulan Pariaman RISALAH (Beriman, Sholeh dan Berakhlak).
“Ini menjadi salah satu visi misi Balad-Mulyadi , dengan cara menjalin kerjasama dengan Desa-Desa yang ada di Kota Pariaman untuk mewujudkan  pendidikan yang berkeadilan, merata, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” ujar Elfis Candra.
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Pariaman dalam mengimplementasikan visi misi dan program unggulan dari Balad-Mulyadi yang menjadi salah satu misinya yaitu bagaimana memperkuat nilai-nilai keagamaan serta memakmurkan mesjid dan juga pondok pendidikan Al’quran di Kota Pariaman.
Elfis Candra berharap kegiatan ini bisa terselenggara dan berjalan lancar sehingga hasilnya anak-anak kita nanti bisa menjadi anak-anak yang beriman, berakhlak, dan siap untuk menjadi seseorang yang dibutuhkan di tengah-tengah masyarakat terutama dalam syiar agama.
Sementara itu Mukhlis Rahman mengatakan bahwa untuk pengembangan agama itu harus ada ikut campur tangan pemerintah. Tidak ada agama yang berkembang sukses tanpa campur tangan Pemerintah.
Baca juga:Â Bupati Solok Buka Orientasi Keterampilan Dasar Kader Posyandu Junjung Sirih



Facebook Comments