Oleh: Feri Fren (Widyaprada BBPMP Sumbar)

Saat ini, perubahan transformasi pendidikan telah hadir nyata di ruang-ruang kelas melalui bantuan PID (Papan Interaktif Digital) dalam rangka mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
Oleh karena itu, cara-cara guru mengajar dan cara murid belajarpun sudah perlu pula disesuaikan di tengah perkembangan teknologi digital yang begitu cepat.
Baca juga: Bahas Revitalisasi Sekolah, BBPMP Sumbar Koordinasi dengan Daerah
Meskipun demikian, peran guru tidak akan bisa tergantikan dalam dalam pembentukan karakter murid. Semestinya teknologi hadir untuk membantu guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan.
Guru tetap menjadi pusat penggerak dalam pembelajaran, sementara teknologi berfungsi sebagai sarana untuk memperluas pengalaman belajar murid.
PID merupakan perangkat pembelajaran yang modern dan canggih. Akan tetapi, penggunaannya tidak boleh berhenti hanya sekadar sebagai alat presentasi digital yang hanya menampilkan gambar, video, atau slide semata.
PID harus dipandang sebagai pintu masuk menuju eksplorasi sumber belajar yang lebih luas dan lebih kaya.
Melalui PID, guru dan murid dapat mengakses berbagai sumber belajar digital yang tersedia pada platform Rumah Pendidikan.
Di dalam PID terdapat beragam ruang yang bisa digunakan sebagai sumber belajar seperti ruang GTK, ruang murid, ruang sekolah, ruang bahasa, ruang pemerintah, ruang mitra, ruang publik, hingga ruang orang tua.
Kehadiran platform tersebut memungkinkan pembelajaran bisa melampaui batas buku teks dan papan tulis konvensional.
Murid bisa belajar dari berbagai macam sumber, melihat beragam perspektif, serta memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Lebih dari itu, PID juga memiliki peran yang sangat penting dalam penguatan karakter murid. Teknologi bukan sekadar alat agar pembelajaran terlihat menarik atau penuh efek visual saja.
Jika perencanaan pembelajaran dirancang dengan tepat, penggunaan PID akan dapat membantu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, reflektif, dan kolaboratif.
Murid tidak hanya menerima informasi, tetapi juga bisa diajak untuk bertanya, berdiskusi, menganalisis persoalan, dan merefleksikan pengalaman belajar mereka.
Karena itu, penggunaan PID tidak boleh berhenti pada aktivitas “klik sana, klik sini”. Teknologi harus menjadi media yang bisa mendorong murid berpikir lebih dalam dan belajar secara bermakna. Semoga.
Baca juga: Dukung Digitalisasi Pendidikan, Bupati Solok Hadiri Google Leader Series 2025



Facebook Comments