Bukittinggi, SuhaNews – Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Ali Mutasar, M.Pd., mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam, hadir sebagai narasumber dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor Program Imunisasi Kabupaten Agam pada Kamis, (7)/8).
Dalam kegiatan tersebut, Ali Mutasar memaparkan materi strategis bertajuk yang menyoroti peran krusial madrasah dalam mewujudkan kekebalan komunal melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Ali Mutasar menekankan bahwa transformasi dukungan pendidikan keagamaan sangat penting untuk memastikan status kesehatan peserta didik meningkat melalui intervensi yang terukur,. Di Kabupaten Agam, terdapat 122 titik intervensi strategis yang mencakup RA, MI, MTs, dan MA. Mengingat 79% madrasah berstatus swasta.

Ali menegaskan perlunya pendekatan komunikasi berbasis komunitas dan nilai agama untuk mengubah resistensi menjadi partisipasi aktif orang tua,.
Salah satu inovasi yang disampaikan adalah penguatan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” berdasarkan KMA No. 1503 Tahun 2025,. Program ini merupakan intervensi kesehatan terpadu yang menyiapkan fisik, mental, dan spiritual siswa agar siap menerima vaksinasi.
Misalnya, kebiasaan sarapan sehat terbukti secara klinis mampu memblokir risiko hipoglikemia (pingsan) saat penyuntikan, sementara kebiasaan beribadah membantu meredam kecemasan psikogenik siswa,.
“Kesehatan fisik siswa adalah fondasi mutlak bagi perkembangan spiritual dan intelektual mereka,” ujar Ali Mutasar. Melalui sinergi lintas sektor ini, madrasah tidak hanya bertindak sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai fasilitator dan jembatan kepercayaan antara tenaga medis dan orang tua untuk melindungi masa depan generasi Agam. Humas
Baca Juga : Akreditasi MTsS Diniyah Limo Jurai, Ali Mutasar Berharap Raih Predikat Unggul



Facebook Comments