Jakarta, SuhaNews | Selain lapangan utama, stand pameran dari masing-masing propinsi (Kwartir Daerah / Kwarda) peserta Jambore Nasional (Jamnas) XII paling menarik bagi peserta untuk dikunjungi selama kegiatan berlangsung di Bumi Perkemahan Graha Wisata Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur
Yang membuat heboh dan meriah suasana adalah, para peserta datang ke lapangan utama dan parena yang letaknya berdampingan ini dengan berbaris dan menyanyi yel-yel khas masing-masing.

Setiap propinsi menampilkan ciri khas daerah masing-masing. Mulai dekorasi stand sampai benda dan barang pajangan menunjukan budaya dan ikon daerah. Propinsi DKI Jakarta membuat standnya berupa miniatur rumah Si Doel, kisah legendaris yang ditulis dalam bentuk novel dan terbit berulang kali hingga kemudian menjadi film dan sinetron yang melegenda.
Stand Kwarda Sumatera Utara (Sumut) juga salah satu stand unik dan menarik dari pulau Sumatera yang ramai pengunjung. Karena stand ini menampilkan dua budaya utama yang mendominasi di propinsi tersebut, yakni Melayu dan Batak. Di dua pojok belakang stand, ada dua pasang manekin yang masing-masing mengenakan baju adat Batak lengkap dengan kain ulosnya dan baju adat Melayu Deli.
Dibagian depan stand, juga dipajang miniatur rumah adat Batak serta Sigale-gale, yaitu patung patung ritual kayu tradisional suku Batak Toba di Pulau Samosir, Sumatera Utara. Dahulu, patung ini dipakai dalam ritual penguburan orang meninggal yang tidak memiliki keturunan (anak laki-laki) untuk meratapi kematian dan menemani keluarga yang berduka.
Begitu juga dengan stand dari Indonesia Timur seperti Papua dan dan Nusa Tenggara. Beragam benda budaya dari berbagai suku yang ada di Papua serta foto-foto menghiasai stand.
Meski terkesan menyeramkan melihat berbagai ornamen yang terkesan mistik ini, rasa penasaran membawa para peserta untuk melangkah masuk guna mengenal lebih dalam budaya dari Indonesia Timur.
Tampilan serupa juga disajikan oleh stan-stand Kwarda dari Pulau Kalimantan, hiasan dan ornamen khas suku Dayak tampak disusun indah dalam ruang stand. Untuk memudahkan pengunjung mengenal sejarah, fungsi hingga manfat dari masing-masing benda, petugas stand siap menjelaskan sembari membagikan berbagai brisur dan famplet.
“Seru, banyak dapat kawan baru dari berbagai daerah, kita juga tahu tentang budaya mereka, pakaian adat mereka, sampai makanan khas daerah mereka. Tadi kami juga sempat ditawari cemilan dari peserta asal Jawa Barat, selama ini yang kita kenal hanya Cireng dan Cilok, ternyata ada jenis lainnya,” ujar Afi, anggota Kontingen Kota Solok di sela keseruan dan keriuhan penuh semangat di lapangan utama.

Selain menambah wawasan tentang berbagai budaya nusantara, pertemuan di lapangan utama dan lokasi pameran ini menjadi ajang bagi peserta untuk berkenalan dan berinterasi dengan dengan peserta dari daerah lain. Saling berbagai kisah selama berada di arena Jamnas, bercerita tentang daerah asal masing-masing, hingga saling tukar nomor handphone menjadi pemandangan umum diberbagai sudut arena ini. timur timur timur timur timur
Keriuhan ini baru berhenti setelah jam malam yang diberlakukan panitia pukul 22.30 WIB dan seluruh peserta maupun pendamping kembali ke tenda masing-masing untuk beristirahat. Satria | Fendi
Berita Terkait :
- Pasar Jambo, Pusat Oleh-oleh Ditengah Kemeriahan Jamnas XII
- Warna Warni Pakaian Daerah dan Yel Yel Penuh Semangat, Meriahnya JAMNAS XII
- Cerita 2 Generasi Berbeda Perkuat Kontingen Kota Solok pada Jambore Nasional
- Berlayar dengan KM. Batu Mandi Kontingen Kota Solok sampai di Cibubur Tengah Malam
- Kontingen Jamnas XII Kota Solok Dimanjakan Kemewahan Bus TAM Pewe Class R25



Facebook Comments