Pemkab Solok Perkuat Langkah Pemulihan dan Percepatan Pembersihan Material

Arosuka, SuhaNews | Untuk memastikan proses penanganan bencana berjalan secara terkoordinasi, cepat, dan tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten Solok memperkuat langkah penanganan dan pemulihan pascabencana melalui evaluasi harian di Posko Induk Bencana, Rabu (7/10/2026).

Evaluasi harian penanganan pascabencana  tersebut dihadiri oleh Asisten I Drs. Zaitul Ikhlas, AP, M.Si., Kepala Pelaksana BPBD Khairul, S.Sos., Kepala OPD dan perwakilan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok, serta jajaran TNI dan Polres Solok.

Baca juga: Kota Pariaman Gelar Gladi Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami

Kepala BPBD Kabupaten Solok menyampaikan perkembangan penanganan dan sejumlah kegiatan pemulihan yang telah dilaksanakan di berbagai lokasi terdampak.

Evaluasi juga membahas kebutuhan di lapangan, termasuk dukungan alat berat, bahan bakar minyak (BBM), serta peralatan pendukung lainnya untuk mempercepat proses pembersihan material pascabencana.

Sejumlah alat berat yang berukuran lebih kecil direncanakan diperuntukkan untuk membantu proses pembersihan di kawasan Kantor DPRD Kabupaten Solok, sementara alat berat lainnya akan dipindahkan ke Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Solok untuk mendukung kegiatan pemulihan dan penanganan material di lokasi terdampak.

Selain itu, juga dibahas kebutuhan BBM untuk kendaraan operasional, khususnya truk Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta kebutuhan peralatan untuk menunjang pengoperasian alat berat dalam proses pembersihan dan pemindahan material.

Diskominfo diharapkan memasang starlink untuk jaringan di Bapelitbang, sementara DPMN, jika menggunakan aplikasi nagari agar menggunakan wifi ruang rapat Gedung C.

“Dinas kesehatan sampai saat ini menyediakan 2 posko untuk pelayanan masyarakat yang terdampak bencana di Kabupaten Solok,” ujar Zaitul Ikhlas.

Sementara itu, dari sektor pertanian turut disampaikan laporan mengenai dampak bencana terhadap lahan pertanian di Kabupaten Solok.

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 4 hektare lahan sawah yang mengalami kerusakan berat dan 14 hektare mengalami kerusakan ringan.

BACA JUGA  Kabar Sepekan: Galodo Menjelang Subuh di Hari Jumat 15 Januari

Dampak juga terjadi pada sejumlah lahan non-sawah, antara lain tanaman jagung sekitar 0,2 hektare, cabai 1,5 hektare, bawang merah 2 hektare, serta kubis 0,2 hektare.

Untuk tanaman hortikultura, tercatat sekitar 40 batang alpukat dan 20 batang durian terdampak. Sementara pada tanaman perkebunan, terdapat sekitar 40 batang cokelat, 135 batang kulit manis, dan 255 batang kopi yang turut mengalami dampak akibat bencana. Serta irigasi tersier, tepat nya di Kecamatan Gunung Talang, panjang nya mencapai 525 meter termasuk klasifikasi rusak berat.

Dalam rapat tersebut juga menjadi perhatian kondisi di kawasan DPMN, yang ditemukan adanya rembesan air pada timbunan tanah.

Kepala BPBD menyampaikan perlunya penguatan pada sektor tersebut sebagai langkah antisipasi, mengingat kondisi tersebut menyerupai alur air yang berpotensi menyebabkan pergerakan atau penurunan tanah apabila kembali terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Untuk itu, penanganan secara cepat dan langkah pencegahan dinilai penting dilakukan guna meminimalkan risiko lanjutan serta memastikan keselamatan masyarakat dan fasilitas di sekitar lokasi.

Dari unsur TNI dan Polres Solok turut disampaikan pentingnya menjaga koordinasi dan kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan pascabencana.

Masing-masing unsur diharapkan dapat menjalankan tugas sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing, sehingga seluruh tahapan pemulihan dapat berjalan secara terarah, efektif, dan tanpa hambatan.

Asisten I Setda Kabupaten Solok, Zaitul Ikhlas menegaskan agar proses pemulihan pascabencana terus dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan koordinasi lintas sektor.

“Setiap perkembangan di lapangan harus terus dilaporkan dan ditindaklanjuti secara cepat, terutama terhadap kondisi yang berpotensi menimbulkan risiko bencana susulan,” tambah Zaitul Ikhlas.

Zaitul Ikhlas menekankan agar seluruh OPD, TNI, Polri, BPBD, serta unsur terkait lainnya tetap menjaga kekompakan dan komunikasi dalam menjalankan tugas masing-masing.

BACA JUGA  STIH Putri Maharaja Payakumbuh Mewisuda 57 Lulusan
Pemulihan
Rapat evaluasi penanganan bencana banjir bandang

Dengan sinergi tersebut, diharapkan proses pembersihan, pemulihan infrastruktur, serta pemulihan aktivitas masyarakat yang terdampak dapat segera dilaksanakan secara optimal. Beliau berharap pengerjaan sampai hari ke-15 sudah rampung untuk area dalam kantor yang terdampak. Serta pengerjaan harus diselesaikan secara cepat dan optimal sampai masa tanggap darurat berakhir. Wewe

Baca juga: Pemuda Salayo Gotong Royong di Area Banjir Bandang Arosuka

Facebook Comments

Google News