SuhaNews | Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menjenguk Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar membzuk buya Dr. Zulkarnaini, M.A dan istri yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit Medika Cilegon setekah menjadi korban kebakaran KM Batu Mandi, Selasa (20/10) lalu.
Kepada gubernur Mahyeldi, Buya Zulkarnaini menceritakan kronologis terbakarnya KM Batu Mandi sesaat sebelum sandar di pelabuhan Merak. Kisahnya bermula dari pejalanan yang dimulai dari Terminal Bareh Solok menggunakan bus PO. Miyor hendak menuju Depok untuk mengunjungi cucu.
Buya Zulkarnaini menceritakan detik-detik dirinya bersama istri menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi. Sekitar pukul 16.00 WIB, ketika keduanya bersiap turun dari kapal menuju kendaraan, mereka dikejutkan oleh bunyi alarm dan melihat asap tebal membumbung dari bagian belakang kapal.
Zulkarnaini mengatakan, dirinya dan istri sempat menunggu arahan kru kapal serta berusaha mencari pelampung. Namun, situasi semakin menegangkan karena pelampung telah digunakan penumpang lain. Keduanya bahkan sempat mempertimbangkan untuk melompat ke laut tanpa pelampung, sebelum akhirnya berhasil mendapatkan alat keselamatan tersebut.
“Setelah mendapatkan pelampung, saya bersama istri langsung menggunakannya dan melompat ke laut untuk menyelamatkan diri,” ungkapnya. kebakaran kebakaran
Buya Zulkarnaini menambahkan, dirinya dan istri mengalami luka ringan akibat insiden tersebut, dimana sang istri mengalami terkilir. Keduanya kini telah mendapatkan penanganan medis dan berada dalam kondisi aman di Rumah Sakit Medika Cilegon.
“Alhamdulillah, secara fisik beliau beserta istri sudah membaik. Namun, secara mental dan psikis belum sepenuhnya pulih. Semoga beliau segera dapat beraktivitas seperti sedia kala,” ujar Mahyeldi dalam kunjungan tersebut. (*)
Berita Terkait :





Facebook Comments