SuhaNews. Menteri PPN/Bappenas RI berkunjung ke “Tanjakan Adsense” Sitinjau Lauik di jalur Solok – Padang, Kamis (8/4) dan menjanjikan segera dibangun fly over di jalur ekstrim tersebut.
Panorama satu Sitinjau Lauik ini dikalangan netizen juga dikenal dengan kelok adsense atau tanjakan adsense. Karena video yang direkam oleh youtuber dan penggiat vlog di lokasi ini selalu banyak viewer dan subscriptnya.

Dalam kunjungan tersebut Menteri PPN/Bappenas Republik Indonesia Suharso Monoarfa yang di dampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Audy Joinaldy. Disebutnya pembuatan jalan alternatif Padang-Solok di kawasan Sitinjau Lauik adalah salah satu major project atau proyek raksasa nasional.
Rencana pembuatan jalan pembangunan fly over Sitinjau Lauik ini juga telah dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
“Jadi ada beberapa proyek nasional besar di beberapa daerah, itu yang ingin dipastikan oleh Bappenas, apakah dilangsungkan dan dikerjakan sesuai dengan perencanaan kita,” ujar Suharso.
Kedatangan Suharso dalam rangka kunjungan kerjanya melihat kesiapan seluruh sektor daerah Provinsi Sumbar, diantaranya rencana pembangunan jembatan layang fly over Panorama I di sitinjau lauik, dan kelanjutan pembangunan Stadion Sumatera Barat Sikabu Padang Pariaman serta beberapa lainnya.
Dari BIM Menteri PPN/ Bappenas Suharso Monoarfa langsung meninjau Panorama Sitinjau Lauik didampingi oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Staf Ahli Bappenas, Kepala Dinas PUPR Sumbar, Kepala BPJN Sumbar, dan beberapa kepala SKPD di lingkungan Pemprov Sumbar beserta rombongan lainya.
Menteri PPN/ Bappenas Suharso Monoarfa melihat kawasan jalan lintas Padang-Solok itu untuk mengecek ke lapangan terkait perencanaan pembangunan jembatan layang atau fly over sepanjang 2,60 Km.
“Kita berharap semua semua major project itu bisa diselesaikan pada tahun 2024, termasuk proyek nasional yang ada di Sumbar. Total ada sebanyak 35 major project yang tersebar di seluruh Indonesia. Karena fly over Sitinjau Lauik menjadi prioritas, sebab yang pertama sekali adalah untuk mengatasi kecelakaan. Keselamatam berkendara adalah hal yang penting diterapkan”, ulasnya.
Menteri PPN / Bappenas juga katakan, manajemen keselamatan transportasi itu, diatur oleh Bappenas, kalau jalannya oleh Kementerian PUPR, kemudian kalau kendaraannya oleh Kemenhub, dan penegakan hukumnya oleh kepolisian.

“Salah satu manajemen keselamatan transportasi adalah pembangunan fly over seperti ini, sehingga kawasan Sitinjau Lauik sangat layak dibangun fly over. Dan perencanaan fly over sudah direncanakan sejak tahun 2012, sudah ada FS nya, jadi kita mau review, saya minta reviewnya dipercepat, bisa di grounbreaking segera dan tahun 2024 selesai,” harapnya. **
Berita Terkait :Â Mahasiswa Asal Solok Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Sitinjau Lauik



Facebook Comments