Payakumbuh, SuhaNews. Hujan tak surutkan semangat jamaah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Sumbar yang berkumpul dilapangan Pacu Kuda Payakumbuh, Minggu (2/2) guna mengikuti pertemuan bulan sekaligus tausiah bersama ustadzah Irene Handono.
Didahuui dengan sambutan Walikota Payakumbuh H, Riza Falepi, ST, MT yang menyampaikan maaf karena saat acara berlangusng turun hujan. Sehingga jamaah harus kehujanan dan mengikuti acara dengan kondisi basah.
Sedangkan anggota DPR-RI Hj. Nefi Zuraina yang juga pembina DKMT Sumbar mengapresiasi semangat jamaah untuk hadir dan mengikuti kegiatan ini.
Ia berharap kehadiran ini menjadi ajang silaturrahmi bagi jamaah dan saling mengenal dari satu daerah dengan daerah lainnya. Karena dengan silaturahmi dapat memperpanjang umur, sebutnya.
Sementara ustadzah Irene Handono dalam tausiahnya berbagi kisahnya menjadi mualaf, setelah sebelumnya mengabdikan dri sebagai biarawati.
Kisah dimulai dengan perjalanannya sebelum memeluk Islam dengan mendalami perbandingan agama. Berawal dari membaca terjemahan surat Al-ihklas yang menyatakan bahwa dia adalah Tuhan Allah yang Maha Esa.Tuhan Allah tempat meminta. Dia tidak beranak dan tidak diperanak kan. Dan tidak ada sesuatu pun yang ada persamaan dengan Dia.

Hal ini sangat bertentangan dengan agama yang selama ini di yakini nya dan membuat seorang biarawati tersebut semakin penasaran dengan ajaran Islam sehingga beliau terus mencari dan bertanya bagaimana islam sesungguhnya.
Setelah melalui berbagai proses akhirnya memantapkan hati untuk menjadi seorang muslim.
Selama tausiah berlangsung jamaah tak beranjak dari tempat, walau tersiram hujan.
reporter : Oca editor : Moentjak
Baca Juga :



Facebook Comments