SuhaNews. Analisis BMKG, memasuki awal Maret 2020, cuaca panas masih mendera sebagian besar wilayah Sumatera Barat. Berdasarkan data pengamat, suhu udara maksimum di Kota Padang, awal Maret 2020, berkisar antara 32-33 derajat celcius. Selain itu, kondisi cuaca dirasakan relatif lebih panas oleh masyarakat di Sumbar.
Sebagaimana dilansir oleh Langgam.id, Senin (2/3/2020), hasil analisis BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau menunjukkan terdapat pola arus angin dari timur laut yang bersifat basah, namun setelah melewati Bukit Barisan sifat angin tersebut berubah menjadi panas.
“Angin tersebut bergerak menurun lereng perbukitan, dimana proses pergerakan tersebut mengalami peningkatan suhu udara akibat laju adiabatic udara kering. Hal tersebut yang menyebabkan terjadi peningkatan suhu udara di sebelah barat Bukit Barisan atau di daerah pesisir barat Sumbar,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau Padang Pariaman, Sakimin, Senin (2/3/3030).
Secara umum, menurut Sakimin, suhu udara akan berkurang ketika terdapat pertambahan ketinggian sehingga uap air dapat bergerak naik untuk membentuk pertumbuhan awan-awan hujan.
“Namun, dengan adanya lapisan inversi tersebut proses pergerakan uap air tersebut tertahan dan terakumulasi di permukaan bumi. Hal ini yang menyebabkan terjadi peningkatan kelembaban relatif menjadi lebih tinggi dari biasanya,” jelas Sakimin.
Lali, faktor tersebut merupakan hal yang mempengaruhi indeks kenyamanan tubuh manusia. Semakin tinggi suhu udara yang diikuti dengan tingginya kelembaban. “Maka suhu udara yang dirasakan juga akan semakin meningkat,” ungkapnya.
BMKG memprakirakan, intensitas hujan akan kembali meningkat pertengahan Maret 2020 hingga akhir Mei 2020 dimana puncak curah hujan berada pada bulan April hingga awal Mei.
Sumber : Langgam.id
Baca Juga :



Facebook Comments