75 Guru BK SMP Tanah Datar Ikuti Bimtek Kesehatan Jiwa Remaja

Batusangkar, SuhaNews- Sebanyak 75 guru Bimbingan Konseling (BK) tingkat SMP se Kabupaten Tanah Datar mengikuti Bimbingan Teknis Kesehatan Jiwa Remaja, Kamis (6/10) di Emersia Hotel Batusangkar.

Kegiatan yang digagas oleh Dinas Kesehatan bekerjasama Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar, ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar dr Yesrita M. Kes, Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan di wakili Kabid GTK Efri Dedy S.Pd., MM serta para kabid dan staf Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Sedangkan Narasumber adalah Feri Fernandes M.Kep Sp. Kep .J Dosen Keperawatan Kesehatan Jiwa UNAND dan Triner Zainul Muttaqin.

Kegiatan Bimtek ini merupakan kegiatan kedua yang dilaksanakan untuk guru tahun ini, sebelum nya dilaksanakan untuk guru SD. Kegiatan ini dilaksanakan karena adanya perubahan perubahan yang terjadi pada masa remaja. Perubahan pada masa remaja dapat menimbulkan kondisi negatif seperti cemas.

Guru BK diharapkan dapat memberikan bantuan kepada remaja agar terhindar dari gangguan jiwa. Gangguan jiwa tidak hanya seperti gangguan jiwa yang selama ini di pahami, tapi juga termasuk adanya permasalahan- permasalahan baik berupa gangguan berbentuk kecemasan, lupa mengunci pintu dan lainya.

Banyak nya hasil penelitian kesehatan pada remaja menyatakan bahwa kekerasan pada anak banyak terjado baik disekolah maupun diluar sekolah.

Feri Fernandes M.Kep Sp. Kep .J menyampaikan ganguan jiwa pada remaja dapat menyebabkan timbulnya masalah perilaku kenakalan remaja, tawuran, dan penyalahgunaan narkoba, rokok, alkohol, kekerasan, bullying, pelecehan seksual.

Untuk menghindari remaja dari prilaku – prilaku beresiko ini di harapkan guru dapat memberikan pemahaman dan keterampilan hidup untuk mengatasi berbagai prilaku beresiko tersebut.

Zainul Muttaqin menyampaikan bahwa untuk membantu Remaja Yang Bermasalah kita perlu melibatkan Allah SWT, karena Allah lah membolak-balikan hati seseorang, selain itu pendekatan yang dilakukan dengan hati.

BACA JUGA  Richi Aprian: PPDB Masuk SMA Sumbar Sudah Tidak Berdasarkan Akreditasi SMP MTs Asal

Jadilah pendengar yang baik, banyak orang bisa berbicara tapi tidak bisa untuk mendengar, jadilah pendengar yang tidak banyak bicara, bicara lah yang tulus dan ikhlas karena Allah. Berbicara karena modus menyebabkan perkataan tidak di dengar dan tidak membekas pada orang lain. Untuk berbicara kita perlu bicara pada Allah dengan cara merasa hina di hadapan Allah. Hadirkan rasa butuh dihadapan Allah untuk dibantu dan ditemani melalui sholat dan lainya. Andra

Berita Terkait :

Facebook Comments

Google News